Prabowo Tetapkan Tol Aceh Jadi Proyek Strategis Nasional, Konektivitas Sumatra Makin Dekat ke Ujung Utara

Nasional, News34 Dilihat

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan 50 proyek jalan tol sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025–2029. Dari daftar megaprogram tersebut, Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus, menyusul target penyelesaian jaringan Tol Trans Sumatra hingga ke ujung utara Pulau Andalas.

Dua proyek besar di Aceh yang masuk dalam daftar PSN adalah Tol Sigli–Banda Aceh dan Tol Binjai–Langsa. Kedua ruas ini dianggap strategis dalam menopang konektivitas lintas Sumatra sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan barat Indonesia.

Tol Sigli–Banda Aceh Hampir Rampung

Tol Sigli–Banda Aceh yang membentang sepanjang sekitar 74 kilometer kini telah mencapai progres fisik 96 persen. Pemerintah menargetkan tol ini dapat tersambung penuh pada tahun 2025.

Dengan selesainya proyek ini, waktu tempuh dari Banda Aceh ke Sigli yang sebelumnya membutuhkan sekitar dua jam perjalanan darat akan berkurang drastis menjadi hanya sekitar 45 menit.

Tol ini diyakini akan menjadi urat nadi baru transportasi di Aceh, membuka akses ekonomi antar kabupaten, dan mendorong investasi di wilayah barat laut Sumatra.

Tol Binjai–Langsa Masuk Daftar Baru PSN

Sementara itu, Tol Binjai–Langsa yang melintasi dua provinsi — Sumatra Utara dan Aceh — menjadi ruas baru yang masuk daftar PSN dan kini sedang dikawal ketat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Proyek ini diharapkan menjadi jalur utama penghubung logistik antara kawasan industri Medan dan pelabuhan di pesisir timur Aceh. Kehadiran tol tersebut akan memperlancar arus barang dan memperkuat konektivitas perdagangan antardaerah.

Hadapi Tantangan Pembebasan Lahan

Meski progres pembangunan berjalan baik, pemerintah mengakui bahwa percepatan proyek masih menghadapi kendala klasik, terutama dalam hal pembebasan lahan dan ganti rugi tanaman. Pemerintah Aceh kini tengah menyiapkan skema penyelesaian agar proyek tidak kembali tersendat.

“Persoalan administratif dan ganti rugi sedang kita selesaikan. Kita ingin masyarakat juga diuntungkan dari proyek nasional ini,” ujar seorang pejabat Pemerintah Aceh ketika dikonfirmasi.

Fokus Pemerataan Pembangunan

Pemerintah pusat kini juga menerapkan kebijakan selektif terhadap proyek tol baru yang belum memasuki tahap konstruksi, untuk memastikan efisiensi penggunaan APBN dan memprioritaskan ruas dengan dampak ekonomi paling tinggi.

Kendati demikian, proyek tol di Aceh dipastikan tetap berlanjut karena telah memasuki tahap pembangunan fisik dan memiliki posisi penting sebagai tulang punggung konektivitas Trans Sumatra.

Masuknya dua proyek tol Aceh dalam daftar PSN era Prabowo menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan nasional kini berfokus pada pemerataan infrastruktur, tidak lagi terpusat di Pulau Jawa.

Dengan rampungnya jaringan tol di Tanah Rencong, mimpi konektivitas lintas Sumatra dari Lampung hingga Banda Aceh bukan lagi sekadar wacana, melainkan segera menjadi kenyataan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *