Banda Aceh — Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Anggota DPD-RI sekaligus MPR-RI Dapil Aceh periode 2024–2029, Tengku Ahmada MZ, menghadiri acara Walimatul ‘Ursy ananda almarhum Waled Ulee Titi yang berlangsung di Dayah Raudhatuth Thalibah, Desa Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis (9/10/2025).
Kehadiran Tgk. Ahmada MZ disambut hangat oleh para ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga besar dayah. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menyampaikan ucapan selamat dan doa bagi kedua mempelai agar menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Tgk. Ahmada MZ menuturkan bahwa menghadiri undangan masyarakat, apalagi dari kalangan dayah, bukan sekadar memenuhi kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari mempererat ukhuwah Islamiyah antara ulama, umara, dan masyarakat.
“Dayah adalah benteng moral dan spiritual bagi umat. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga hubungan baik dan memberikan dukungan kepada para ulama dan santri yang selama ini menjadi pilar keislaman di Aceh,” ungkap Tgk. Ahmada MZ.
Selain menghadiri resepsi pernikahan, Tgk. Ahmada MZ juga berkesempatan bersilaturahmi dengan sejumlah pimpinan dayah dan tokoh agama setempat. Dalam pertemuan tersebut, ia mendengarkan aspirasi dan harapan masyarakat terkait penguatan pendidikan agama, kesejahteraan santri, dan peran DPD-RI dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara. Banyak warga yang mengapresiasi sikap rendah hati dan kedekatan Tgk. Ahmada MZ yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan kenegaraan, tetapi juga dalam momen-momen sosial keagamaan.
Kehadiran beliau menjadi simbol komitmen kuat seorang wakil rakyat asal Aceh yang senantiasa menjaga hubungan erat dengan ulama dan masyarakat akar rumput.
Hal ini sekaligus menegaskan karakter Tgk. Ahmada MZ sebagai sosok yang tidak hanya mengabdi melalui lembaga negara, tetapi juga berperan nyata dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Aceh.(**)






