ACEH TIMUR — Kehangatan suasana adat Aceh kembali terasa di Desa Alue Nibong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu 13 September 2026. Anggota DPD RI sekaligus Anggota MPR RI Dapil Aceh periode 2024-2029, Teungku Ahmada MZ, hadir langsung untuk menghadiri acara Walimatul ‘Ursy Tgk. Syukri.
Kedatangan Ahmada disambut meriah oleh keluarga besar mempelai dan tokoh masyarakat setempat. Dengan mengenakan kemeja putih dan sarung adat, ia tampak duduk berdampingan dengan pengantin yang mengenakan busana pengantin Aceh berwarna biru penuh ornamen emas. Dekorasi pelaminan bernuansa merah, emas, dan hitam menambah semarak prosesi yang kental dengan nilai budaya dan syariat Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmada menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Ia mendoakan agar pernikahan yang baru dibina menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.
“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar. Saya berharap melalui momentum bahagia ini, silaturahmi kita semakin kuat dan semangat gotong royong di Peureulak terus terjaga,” ujar Ahmada di sela acara.
Sebagai wakil daerah di Senayan, Ahmada memang dikenal aktif turun ke tengah masyarakat. Kehadirannya di berbagai hajatan warga, termasuk walimatul ursy, dianggap sebagai bentuk nyata kedekatan wakil rakyat dengan konstituennya di Aceh.
Tokoh masyarakat Desa Alue Nibong menyambut baik kehadiran senator Aceh tersebut. Mereka menilai kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi pembangunan di wilayah Peureulak, mulai dari infrastruktur, pendidikan pesantren, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Acara Walimatul ‘Ursy berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Selain doa bersama, tamu undangan juga dijamu dengan hidangan khas Aceh. Momen foto bersama dengan pengantin dan para tokoh menjadi penutup yang mengabadikan keakraban antara wakil rakyat dan masyarakat.
Kehadiran Tgk Ahmada di Aceh Timur ini sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus hadir di daerah pemilihan, mendengarkan langsung kebutuhan warga, dan menjaga nilai-nilai adat istiadat yang menjadi jati diri masyarakat Aceh.(**)






