Tgk Ahmada Terima Silaturahmi Santri Dayah MUDI Mesra Samalanga

News13 Dilihat

JAKARTA – Anggota DPD RI/MPR RI asal Aceh, Tgk. Ahmada MZ, menerima kunjungan silaturahmi Tgk. Ibnu Mulqan, santri Dayah MUDI Mesra Samalanga, di Kantor Kompleks Parlemen DPD RI/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Silaturahmi antara senator Aceh dengan kalangan santri dayah ini menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan komunikasi antara masyarakat Aceh, khususnya keluarga besar dayah, dengan wakil Aceh yang kini menjalankan amanah di tingkat nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Tgk. Ahmada tampak menyambut hangat kedatangan Tgk. Ibnu Mulqan. Keduanya juga terlihat mengabadikan momen bersama sembari memegang sebuah cendera mata atau bingkisan yang dibawa dalam kunjungan tersebut.

Kehadiran santri Dayah MUDI Mesra Samalanga di lingkungan parlemen nasional sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi silaturahmi antara ulama, santri dan wakil rakyat tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Bagi Aceh, dayah bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga bagian penting dari perjalanan sosial dan budaya masyarakat. Para santri yang menempuh pendidikan di dayah diharapkan tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga mampu berperan di tengah masyarakat serta ikut memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Karena itu, pertemuan seperti ini memiliki makna lebih luas dari sekadar kunjungan biasa. Silaturahmi dapat menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, membangun komunikasi, sekaligus mempertemukan berbagai gagasan yang berkembang di lingkungan masyarakat dengan wakil daerah di Senayan.

Tgk. Ahmada sendiri merupakan anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Aceh periode 2024–2029. Dalam berbagai kesempatan, ia juga tercatat aktif menghadiri kegiatan keagamaan, dayah, serta kegiatan masyarakat di Aceh.

Sebagai putra Aceh yang kini menjalankan tugas di tingkat nasional, hubungan dengan kalangan ulama dan santri menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kedekatan dengan akar masyarakat. Aspirasi yang tumbuh dari lingkungan dayah maupun masyarakat luas dapat menjadi masukan dalam menjalankan fungsi representasi daerah di tingkat nasional.

Silaturahmi di Kantor DPD RI/MPR RI tersebut juga menjadi gambaran bahwa komunikasi antara generasi santri dan wakil rakyat dapat terus dibangun secara terbuka. Kehadiran santri di ruang parlemen nasional sekaligus memberikan warna tersendiri dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan Islam dengan kehidupan kebangsaan.

Lebih jauh, hubungan yang terjalin melalui silaturahmi diharapkan dapat terus berkembang menjadi komunikasi yang konstruktif. Tidak hanya dalam persoalan keagamaan, tetapi juga menyangkut pendidikan, pemberdayaan generasi muda, sosial kemasyarakatan, serta berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Aceh.

Bagi Tgk. Ibnu Mulqan, sebagai santri Dayah MUDI Mesra Samalanga, kunjungan ke Senayan juga menjadi pengalaman penting untuk melihat secara langsung lingkungan kerja lembaga perwakilan daerah dan memahami bagaimana wakil masyarakat Aceh menjalankan amanahnya di tingkat nasional.

Sementara bagi Tgk. Ahmada, menerima kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk terus menjaga jembatan silaturahmi dengan masyarakat Aceh, termasuk kalangan santri dan keluarga besar dayah.

Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu pada akhirnya menegaskan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi, komunikasi dan kebersamaan sebagai bagian dari kekuatan masyarakat Aceh.

Di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, hubungan erat antara ulama, santri, masyarakat dan wakil rakyat diharapkan mampu menjadi modal sosial untuk bersama-sama menjaga nilai keislaman, persaudaraan, serta membangun Aceh yang lebih maju dan bermartabat.(**)