Aceh Besar – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin Thahir, S.Pd.I, M.Pd.I, menghadiri acara penutupan kegiatan perlombaan Public Speaking bagi santri dayah se-Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh yang berlangsung di Hotel Madinatul Zahra, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah positif bagi para santri untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum sekaligus meningkatkan keberanian, kepercayaan diri, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara baik, terarah, dan komunikatif.
Perlombaan Public Speaking tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan santri dalam menyampaikan sebuah materi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun mental, kemampuan berpikir, penguasaan bahasa, serta kecakapan berkomunikasi yang semakin dibutuhkan di tengah perkembangan zaman.
Kehadiran Kadis Pendidikan Dayah Aceh Muhsin Thahir dalam acara penutupan tersebut menunjukkan dukungan pemerintah terhadap berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas santri. Lingkungan pendidikan dayah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu berkomunikasi dan tampil di tengah masyarakat.
Kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting bagi santri. Sebagai calon generasi penerus yang nantinya akan berkiprah di berbagai bidang kehidupan, santri dituntut mampu menyampaikan pemikiran, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai keislaman secara jelas serta mudah dipahami oleh masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, para santri juga mendapatkan pengalaman berharga dalam menghadapi situasi kompetitif secara sehat. Mereka belajar mempersiapkan materi, mengatur cara penyampaian, mengendalikan rasa gugup, hingga membangun komunikasi yang menarik dengan para pendengar.
Selain menjadi ajang kompetisi, perlombaan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi santri di bidang komunikasi. Santri yang memiliki kemampuan berbicara dengan baik diharapkan dapat terus mengembangkan bakatnya sehingga mampu menjadi dai, pendidik, pemimpin, maupun komunikator yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kegiatan yang mempertemukan santri dari dayah di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh itu juga memperkuat semangat silaturahmi antarsantri dan lembaga pendidikan dayah. Interaksi yang terbangun selama kegiatan dapat menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan persaudaraan.
Pendidikan dayah sendiri tidak terlepas dari proses pembentukan karakter. Karena itu, pengembangan keterampilan nonakademik seperti Public Speaking menjadi bagian penting dalam mempersiapkan santri menghadapi tantangan kehidupan sosial yang semakin kompleks.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan lahir lebih banyak santri yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berkarakter, percaya diri, serta mampu tampil sebagai generasi muda yang membawa pesan-pesan positif dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Penutupan perlombaan Public Speaking itu sekaligus menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Terlepas dari hasil perlombaan, keberanian para santri untuk tampil dan menunjukkan kemampuan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran dan pengembangan diri.
Dukungan terhadap kegiatan-kegiatan kreatif dan edukatif seperti ini diharapkan terus berlanjut sehingga pendidikan dayah tidak hanya melahirkan generasi yang kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, wawasan luas, mental tangguh, dan siap berkontribusi dalam pembangunan Aceh.(**)






