LPKA Ternate Panen Hasil Pertanian, Wujud Nyata Pembinaan dan Ketahanan Pangan

Nasional5 Dilihat

Ternate – Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Ternate kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pembinaan yang produktif dan berorientasi masa depan bagi anak binaan melalui kegiatan panen hasil pertanian yang dilaksanakan di area pembinaan lembaga tersebut. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kepribadian di bidang pertanian berjalan dengan baik sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang terus didorong di lingkungan pemasyarakatan.

Panen hasil pertanian yang dilakukan bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter, pembentukan mental disiplin, hingga penguatan keterampilan hidup bagi anak binaan. Melalui program ini, para anak binaan dibekali kemampuan praktis di bidang pertanian agar memiliki bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kepala LPKA Ternate menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui sektor pertanian merupakan salah satu langkah strategis untuk membentuk sikap mandiri, tanggung jawab, serta meningkatkan rasa percaya diri anak binaan. Dengan keterlibatan langsung dalam proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen, para anak binaan diajarkan pentingnya kerja keras, kesabaran, dan konsistensi untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Program pembinaan pertanian ini juga sejalan dengan semangat mewujudkan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Hasil panen yang diperoleh tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pembinaan, tetapi juga memberi manfaat nyata untuk mendukung kebutuhan pangan internal sekaligus menanamkan pemahaman tentang pentingnya kemandirian pangan.

Suasana panen berlangsung penuh semangat dan antusias. Para anak binaan terlihat aktif terlibat dalam proses memanen hasil pertanian yang selama ini mereka rawat bersama petugas pembina. Kebersamaan antara petugas dan anak binaan tampak terjalin erat, mencerminkan pendekatan pembinaan yang humanis, edukatif, dan penuh kepedulian.

Pembinaan berbasis pertanian dinilai memiliki banyak manfaat positif karena selain membangun keterampilan teknis, juga menjadi media pembentukan karakter. Aktivitas berkebun mengajarkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab terhadap tugas, kerja sama tim, serta kemampuan mengelola waktu dengan baik. Bahkan, kegiatan tersebut dapat menjadi terapi produktif yang membantu membangun pola pikir lebih positif pada anak binaan.

Melalui program ini, LPKA Ternate berharap anak binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi benar-benar memperoleh pengalaman hidup yang berguna. Keterampilan bercocok tanam yang diperoleh diharapkan dapat menjadi peluang ekonomi maupun usaha mandiri setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.

Upaya yang dilakukan LPKA Ternate juga menjadi bagian dari implementasi program pembinaan berkelanjutan di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan hukum, tetapi juga pemberdayaan sumber daya manusia secara produktif.

Dengan hasil panen yang membanggakan ini, LPKA Ternate ingin menunjukkan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan anak mampu menghasilkan perubahan positif dan membuka harapan baru bagi masa depan anak binaan. Dari lahan pertanian sederhana, tumbuh semangat kemandirian, keterampilan, dan optimisme untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.(**)