Bupati Aceh Besar Resmikan Revitalisasi Masjid Babussalam Program VISUM PNM

Aceh Besar7 Dilihat

Aceh Besar – Bupati Aceh Besar menegaskan pentingnya kontribusi pelaku usaha galian C terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kewajiban menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini sangat memalukan. Alam kita rusak, jalan rusak, masyarakat terdampak, tapi tidak ada hasil apa-apa untuk daerah,” tegasnya.

Ia berharap para pelaku usaha tambang dapat berbenah dan mematuhi aturan, termasuk memperhatikan batas wilayah yang diperbolehkan untuk menggali serta kewajiban melakukan penghijauan kembali pascatambang.

“Setelah penambangan, baik galian A, B, maupun C, wajib dilakukan reklamasi dan penghijauan. Namun ini sering tidak dilaksanakan, sehingga memicu bencana alam. Yang mengambil manfaat hanya segelintir orang, sementara dampaknya dirasakan oleh banyak orang,” lanjutnya.

Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus menunggu laporan dan usulan masyarakat terkait aktivitas penambangan liar yang tidak berizin. Menurutnya, selain merusak lingkungan, praktik tersebut juga berpotensi menimbulkan bencana di kemudian hari.

Sementara itu, Pimpinan Cabang PT PNM Aceh, Agung Otonomo, menjelaskan bahwa Program VISUM merupakan program nasional dalam ekosistem BUMN yang kini dikelola melalui Danantara.

“PNM merupakan lembaga pembiayaan non-bank yang fokus pada pembiayaan ultra mikro dan mikro syariah, seperti Mekaar Syariah dan UMKM Syariah. Namun kami juga memiliki kewajiban sosial, termasuk revitalisasi fasilitas umum seperti masjid,” jelasnya.

Ia menyebutkan revitalisasi Masjid Babussalam merupakan program perdana PNM di Aceh. Dipilihnya Lamkunyet sebagai lokasi program merupakan bagian dari jalan kebaikan.

“Harapan kami, masjid ini tidak hanya indah secara fisik, tetapi menjadi pusat kebersamaan, pusat iman, dan tempat membangun generasi. Jika masjid nyaman, insyaallah jamaah semakin rajin dan anak-anak semakin semangat mengaji,” ungkapnya.

Imum Mukim Lamkunyet, Biluy Rusdi, S.Pd, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian PT PNM dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan mencakup pengecatan masjid, pembangunan sumur bor, tempat wudhu, pagar, serta bantuan material seperti semen yang sangat membantu percepatan pembangunan masjid-masjid di wilayah mukim.

“Kami berharap bantuan ini membawa semangat baru untuk memakmurkan masjid. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga tempat bermusyawarah dan memperkuat ukhuwah,” ujarnya.

Usai peresmian VISUM, kegiatan dilanjutkan dengan santunan kepada 18 anak yatim di Kecamatan Darul Kamal yang disalurkan oleh PT PNM Aceh. Selain itu, PNM juga menggelar program Membina dan Memberdaya (MBA Maya) serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, menandai komitmen kolaboratif antara pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat dalam membangun serta memakmurkan fasilitas keagamaan di Aceh Besar. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *