Pidie jaya – Mengawali langkah di awal tahun 2026, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap isu kemanusiaan dengan turun langsung ke Kabupaten Pidie Jaya. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk ikhtiar nyata untuk memulihkan luka batin anak-anak yang terdampak banjir melalui kegiatan trauma healing.
Di tengah suasana pascabencana, Illiza membersamai anak-anak dengan penuh kehangatan. Ia bermain bersama mereka, bernyanyi, bercengkerama, dan mendengarkan tawa-tawa kecil yang perlahan kembali terdengar. Aktivitas sederhana namun penuh makna ini menjadi bagian penting dari proses pemulihan psikologis anak-anak, agar mereka kembali merasa aman, kuat, dan siap menatap hari-hari ke depan dengan semangat baru.
“Bermain, bernyanyi, dan mendengar tawa mereka adalah bagian dari ikhtiar trauma healing. Kita ingin memastikan hati kecil anak-anak ini kembali kuat,” ujar Illiza dalam keterangannya.
Menurut Illiza, dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan luka emosional yang dalam, terutama bagi anak-anak. Karena itu, pendekatan yang humanis dan penuh empati menjadi kunci agar mereka tidak larut dalam ketakutan dan trauma berkepanjangan.
Tak hanya berfokus pada anak-anak, Illiza juga menaruh perhatian besar kepada para guru di Pidie Jaya. Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi pascabencana, para guru tetap setia mendampingi, mengajar, dan menjadi sandaran emosional bagi murid-murid mereka. Keikhlasan dan keteguhan para pendidik ini, menurut Illiza, patut mendapatkan dukungan psikologis yang sama.
“Insya Allah, trauma healing ini juga akan kita usahakan untuk para guru-guru di Pidie Jaya. Mereka adalah garda terdepan yang tetap membersamai anak-anak, meski berada dalam situasi yang tidak mudah,” katanya.
Illiza menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan kondisi mental dan sosial masyarakat. Anak-anak dan guru menjadi kelompok penting yang harus dipastikan siap bangkit bersama.
Kunjungan ini sekaligus menjadi simbol langkah awal di tahun 2026, yang diharapkan membawa semangat baru bagi masyarakat terdampak. Dengan mengusung semangat “Bangkit Bersama”, Illiza mengajak semua pihak untuk saling menguatkan dan bergandengan tangan dalam menghadapi masa pemulihan.
“Kita memulai tahun ini dengan satu semangat: Bangkit Bersama. Insya Allah, dengan kebersamaan dan kepedulian, kita bisa melewati masa-masa sulit ini,” tutup Illiza.
Kehadiran Illiza di Pidie Jaya menjadi pengingat bahwa di balik angka kerusakan dan laporan bencana, ada hati-hati kecil yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan harapan untuk kembali tersenyum.(**)






