Anggota DPD RI Tgk Ahmada Hadiri Maulid di Dayah Tarbiyyatul Muridin Lhoknga

Aceh Besar10 Dilihat

ACEH BESAR – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhok, Gampong Lamkruet, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu (7/11/2026). Ratusan jamaah, santri, dan tokoh masyarakat berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, salah satu momen paling dinanti oleh masyarakat Aceh.

Peringatan Maulid tahun ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Tgk Ahmada. Kedatangannya bersama rombongan disambut hangat oleh Pimpinan Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhok, Tgk Muwalli, beserta keluarga besar dayah.

Penyambutan tersebut berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan sebagai bentuk penghormatan sekaligus mempererat tali silaturahmi antara tokoh masyarakat dan keluarga besar dayah.

Sejak pagi, halaman dayah sudah dipadati jamaah yang datang dari berbagai gampong di sekitar Lhoknga, bahkan dari luar kecamatan. Para santri dengan pakaian rapi terlihat sibuk menyambut tamu, sementara para ibu-ibu majelis taklim sudah duduk rapi di dalam ruangan, melantunkan shalawat dan zikir menyambut kedatangan para tamu undangan.

Begitu tiba di lokasi, Tgk Ahmada langsung disalami dan dipeluk hangat oleh Tgk Muwalli. Keduanya tampak berbincang akrab, saling menanyakan kabar, dan mendoakan satu sama lain. Momen itu menjadi gambaran betapa eratnya hubungan antara ulama, tokoh masyarakat, dan wakil rakyat di Aceh. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Yang ada hanya silaturahmi dan rasa persaudaraan yang tulus.

Tgk Muwalli selaku pimpinan dayah diketahui merupakan putra dari ulama kharismatik Aceh, almarhum H. Abdul. Nama besar almarhum sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Aceh. Selama hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok ulama yang istiqamah dalam berdakwah, membina santri, dan memperjuangkan syiar Islam di Aceh.

Kini, tongkat estafet perjuangan itu diteruskan oleh putranya, Tgk Muwalli. Di bawah kepemimpinannya, Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhok terus berkembang, menjadi pusat pendidikan agama, pusat pembinaan akhlak, dan pusat kegiatan sosial keagamaan bagi masyarakat Lamkruet dan sekitarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di dayah ini bukan sekadar acara seremonial tahunan. Bagi masyarakat Aceh, Maulid adalah momentum untuk mengenang kembali perjuangan dan akhlak mulia Rasulullah SAW, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Dalam tausiyah yang disampaikan dalam acara tersebut, para penceramah mengingatkan jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kejujuran, kesabaran, kasih sayang kepada sesama, hingga kepedulian terhadap fakir miskin dan anak yatim. Jika akhlak Rasulullah itu benar-benar diamalkan, maka kehidupan masyarakat akan menjadi lebih damai, rukun, dan penuh berkah.

Kehadiran Tgk Ahmada dalam acara Maulid ini juga memiliki makna tersendiri. Sebagai Anggota DPD RI asal Aceh, Tgk Ahmada dikenal dekat dengan dayah, ulama, dan masyarakat akar rumput. Ia tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi hadir sebagai seorang santri, sebagai seorang anak Aceh yang dibesarkan dalam tradisi dayah dan cinta kepada Rasulullah SAW.

Dalam berbagai kesempatan, Tgk Ahmada selalu menekankan pentingnya peran dayah dalam pembangunan Aceh. Menurutnya, dayah bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga benteng moral, benteng akhlak, dan benteng peradaban Aceh. Jika dayah kuat, maka Aceh akan kuat. Jika ulama dan santri bersatu, maka Aceh akan maju dan bermartabat.

Karena itu, kehadirannya di Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhok bukan hanya untuk menghadiri Maulid, tetapi juga untuk menyerap aspirasi, mendengarkan langsung keluh kesah pimpinan dayah, para santri, dan masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan dayah, apa yang menjadi kendala dalam pembinaan santri, dan apa yang bisa diperjuangkan di tingkat pusat melalui DPD RI.

Masyarakat Lamkruet pun menyambut baik kedatangan Tgk Ahmada. Mereka berharap, dengan hadirnya wakil rakyat asal Aceh di tengah-tengah mereka, aspirasi masyarakat Lhoknga, khususnya terkait pembangunan dayah, pendidikan agama, dan kesejahteraan masyarakat, bisa lebih didengar dan diperjuangkan di Jakarta.

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhok ini juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan shalawat, tausiyah, hingga makan bersama atau yang dalam tradisi Aceh dikenal dengan kenduri Maulid. Kenduri ini menjadi simbol kebersamaan, dimana semua jamaah duduk bersama, makan bersama, dan saling berbagi rezeki.

Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang reuni bagi para alumni dayah. Banyak alumni yang sudah merantau ke berbagai daerah, sengaja pulang ke Lamkruet untuk menghadiri Maulid dan bersilaturahmi dengan guru mereka, Tgk Muwalli. Suasana haru dan bahagia pun menyatu dalam acara tersebut.

Hingga acara berakhir, suasana keakraban masih terasa. Tgk Ahmada dan Tgk Muwalli terlihat masih berbincang santai bersama para tokoh masyarakat, sambil menikmati hidangan kenduri Maulid. Keduanya sepakat bahwa silaturahmi seperti ini harus terus dijaga dan diperkuat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhok pada Sabtu, 7 November 2026 ini menjadi bukti bahwa tradisi Maulid di Aceh masih sangat hidup dan dicintai masyarakat. Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Aceh tetap memegang teguh tradisi, tetap cinta kepada Rasulullah SAW, dan tetap menghormati ulama dan dayah sebagai warisan peradaban Aceh yang paling berharga.

Semoga dengan momentum Maulid ini, silaturahmi antara ulama, tokoh masyarakat, wakil rakyat, dan seluruh masyarakat Aceh semakin erat. Dan semoga Dayah Tarbiyyatul Muridin Rangkang Lhok di bawah pimpinan Tgk Muwalli terus berkembang, melahirkan santri-santri terbaik yang akan menjadi penerus perjuangan ulama Aceh di masa depan.(**)