Banda Aceh Raih ATM Award 2026, Komitmen Penanggulangan Penyakit Menular Diapresiasi

Banda Aceh16 Dilihat

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Kota Banda Aceh menerima penghargaan ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) Award 2026 dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan upaya pemerintah daerah dalam mendukung program pencegahan serta pengendalian tiga penyakit menular, yakni AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada ADINKES atas apresiasi yang diberikan kepada Kota Banda Aceh.

Menurut Illiza, penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan atas upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan program kesehatan bagi masyarakat.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya sektor kesehatan, untuk terus memperkuat berbagai langkah pencegahan, penanganan, dan pengendalian penyakit menular.

Dalam upaya penanggulangan AIDS, TBC, dan malaria, keterlibatan berbagai pihak menjadi hal penting. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan dukungan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, komunitas, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat.

Pemerintah Kota Banda Aceh selama ini juga terus mendorong penguatan sistem kesehatan melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang telah dijalankan adalah program Resilient and Sustainable Systems for Health (RSSH), yang bertujuan memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan kapasitas pelayanan, serta memastikan keberlanjutan program penanggulangan penyakit menular.

Sementara itu, penanggulangan TBC membutuhkan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini, melakukan pemeriksaan, serta menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas. Penemuan kasus secara aktif dan keterlibatan keluarga maupun lingkungan sekitar juga sangat diperlukan untuk memutus rantai penularan.

Adapun dalam pengendalian malaria, upaya mempertahankan status eliminasi harus tetap menjadi perhatian melalui pengawasan, deteksi dini, dan pencegahan potensi penularan kembali.

Penghargaan ATM Award 2026 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan kesehatan bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas dan tenaga medis, tetapi juga menyangkut kesadaran, kepedulian, serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Bagi Pemerintah Kota Banda Aceh, capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Illiza berharap apresiasi dari ADINKES tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah kota dan tenaga kesehatan untuk terus bekerja maksimal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan berbagai inovasi di bidang kesehatan.

Dengan demikian, penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Banda Aceh, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Penyerahan penghargaan ATM Award 2026 berlangsung dalam rangkaian Pertemuan Nasional ADINKES di HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink, Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto juga menyerahkan penghargaan ATM Award kepada sejumlah pemerintah daerah.(**)