Meuseuraya Festival 2026 Catat Capaian Rp16,7 Miliar

Ekonomi95 Dilihat

BANDA ACEH – Meuseuraya Festival 2026 sukses menjadi ruang kolaborasi strategis dalam menggerakkan perekonomian Aceh. Selama empat hari penyelenggaraan, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026 di Balee Meuseuraya Aceh, festival yang digagas Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama berbagai mitra tersebut mencatat capaian transaksi penjualan produk UMKM sebesar Rp3 miliar, business matching senilai Rp13,71 miliar, serta memfasilitasi penyaluran pembiayaan UMKM sebesar Rp1,5 miliar.

Capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi UMKM Aceh untuk berkembang melalui perluasan akses pasar, penguatan kemitraan bisnis, dan dukungan pembiayaan. Meuseuraya Festival 2026 juga menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam satu gerakan bersama untuk memperkuat ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyampaikan bahwa keberhasilan festival tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang berkomitmen mendukung pengembangan UMKM di Aceh.

“Kami berharap berbagai peluang usaha, akses pasar, dan pembiayaan yang telah terbuka melalui Meuseuraya Festival dapat terus berlanjut, sehingga UMKM Aceh semakin berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” ujar Agus.

Libatkan 150 UMKM dari Berbagai Sektor

Meuseuraya Festival 2026 melibatkan sebanyak 150 pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, wastra dan kriya, hingga produk perawatan tubuh atau body care.

Beragam produk unggulan Aceh ditampilkan melalui Galeria Wastra Indatu yang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten/kota se-Aceh, pameran wastra UMKM, Aroma Seramoe Kopi dan Cokelat, Jajanan Piyoh-Piyoh, bazar kuliner khas Aceh, serta coffee truck.

Kehadiran berbagai stan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, menjangkau konsumen baru, serta meningkatkan peluang penjualan di pasar domestik maupun mancanegara.

Festival ini tidak hanya berorientasi pada transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga diarahkan untuk membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan. Melalui pertemuan dengan calon mitra usaha dan pembeli, pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jaringan distribusi serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Perkuat Kapasitas UMKM melalui Edukasi dan Literasi

Selain menghadirkan pameran dan promosi produk, Meuseuraya Festival 2026 juga menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi dan literasi yang diikuti sekitar 1.900 peserta.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Aceh Economic Forum, Pelindungan Konsumen Talk, talkshow UMKM Ekspor, Pesona Wastra Aceh, Bedah Buku, UMKM Business Matching Retail, serta workshop kecantikan atau beauty workshop.

Berbagai kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif. Materi yang disampaikan juga memberikan pemahaman mengenai peluang ekspor, pengembangan produk, perlindungan konsumen, serta literasi ekonomi dan keuangan.

Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tersebut, UMKM Aceh diharapkan mampu mengembangkan usaha secara lebih profesional, memperkuat pengelolaan bisnis, dan memanfaatkan peluang pasar yang semakin terbuka.

Dihadiri Sekitar 10.000 Pengunjung

Antusiasme masyarakat terhadap Meuseuraya Festival 2026 terlihat dari total kunjungan yang mencapai sekitar 10.000 orang selama empat hari penyelenggaraan.

Sebanyak 520 peserta turut ambil bagian dalam sembilan kompetisi yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Kompetisi tersebut mencakup Meuseuraya Idol Cilik, Lomba Masak Meuseuraya Rasa, Lomba Cangkir Barista, Tari Ratoh Jaroe, Tari Rapa’i Geleng, QRIS Dance Competition, lomba mewarnai, Fashion Show Cinta Bangga Paham Rupiah, serta Ranking 1.

Selain kompetisi, festival ini juga menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan unsur ekonomi, edukasi, keagamaan, sosial, dan kebudayaan. Di antaranya Tabligh Akbar bersama Ustaz Hanan Attaki, donor darah, QRIS Funwalk, Masak Besar Khanduri Meuseuraya, penukaran uang logam, serta beragam hiburan bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadikan Meuseuraya Festival bukan sekadar ajang promosi produk, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempertemukan pelaku ekonomi dengan masyarakat luas.

Perpaduan kegiatan bisnis, edukasi, dan pelestarian budaya Aceh menunjukkan bahwa penguatan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga tradisi dan memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.

Kolaborasi Lebih dari 50 Pemangku Kepentingan

Keberhasilan Meuseuraya Festival 2026 turut didukung kolaborasi lebih dari 50 pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan nasional.

Kolaborasi tersebut melibatkan Pemerintah Aceh, asosiasi, perbankan, Dekranasda kabupaten/kota se-Aceh, desainer, akademisi, agregator, serta berbagai komunitas.

Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kemitraan, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan pemasaran produk, serta mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan bisnis yang lebih luas.

Dukungan berbagai pihak juga diharapkan tidak berhenti setelah festival berakhir, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama konkret yang memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM.

Kantin UIN Ar-Raniry Ditetapkan sebagai Zona KHAS

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, serta pelaku UMKM secara resmi menetapkan Kantin UIN Ar-Raniry sebagai zona KHAS, yaitu Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat.

Penetapan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem kuliner halal, aman, dan sehat, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui zona KHAS, pengelolaan layanan kuliner diharapkan semakin memperhatikan aspek kehalalan, keamanan pangan, kebersihan, serta kesehatan. Penerapan standar tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan kuliner.

Selain memberikan manfaat bagi konsumen, penguatan ekosistem kuliner halal juga berpotensi mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan pengelolaan usaha sesuai dengan standar yang berlaku.

Dorong Keberlanjutan Ekonomi Aceh

Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama seluruh mitra strategis berkomitmen untuk terus memperkuat pengembangan UMKM, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta membangun sinergi yang berkelanjutan.

Capaian transaksi, business matching, dan fasilitasi pembiayaan dalam Meuseuraya Festival 2026 menjadi modal penting bagi pengembangan usaha di Aceh. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap membutuhkan tindak lanjut berupa realisasi kemitraan bisnis, kesinambungan pembiayaan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan jaringan pemasaran.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, UMKM Aceh diharapkan semakin mampu berkembang, menciptakan peluang kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Meuseuraya Festival 2026 pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi Aceh yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing.(**)