Kodim 0108/Agara dan Warga Gotong Royong Pasang Mal Pondasi Jembatan Gantung Perintis di Desa Peranginan Aceh Tenggara

Kodam IM53 Dilihat

Kutacane – Semangat kebersamaan dan gotong royong ditunjukkan personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Jembatan Perintis Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat dalam melanjutkan pemasangan mal pondasi tiang pylon jembatan gantung perintis di Desa Peranginan, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan guna meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar mobilitas masyarakat. Pemasangan mal pondasi menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan tiang pylon yang berfungsi sebagai bagian dari struktur penyangga jembatan gantung.

Di lokasi pengerjaan, personel Babinsa bersama warga tampak bahu-membahu menyiapkan bahan, menata material, hingga melaksanakan pemasangan mal pondasi. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan kerja sama, ketelitian, dan koordinasi agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan teknis.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak hanya untuk membantu pekerjaan fisik, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat serta memperkuat kebersamaan dalam pembangunan fasilitas umum yang nantinya diharapkan memberikan manfaat bagi warga Desa Peranginan dan sekitarnya.

Sertu Matliadi mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan gantung perintis merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung penyediaan infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari warga di wilayah pedesaan.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi salah satu modal penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Melalui kerja sama antara personel Babinsa dan masyarakat, pekerjaan diharapkan dapat terlaksana secara optimal sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan rakyat.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan desa. Kehadiran Babinsa bukan hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian bersama terhadap fasilitas umum yang nantinya digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Sertu Matliadi.

Ia menambahkan, pemasangan mal pondasi memerlukan ketelitian karena berkaitan dengan pembentukan pondasi tiang pylon sebagai bagian dari konstruksi jembatan. Oleh karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan secara cermat dengan memperhatikan perencanaan dan ketentuan teknis yang berlaku.

Sementara itu, Danramil 0108-03/Badar Kapten Inf Sadriadi menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan gantung perintis merupakan bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial (Binter) sekaligus bentuk dukungan TNI terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.

Ia menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat perlu terus dipelihara melalui berbagai kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui keterlibatan dalam pembangunan sarana dan prasarana yang dapat memperlancar aktivitas warga, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung perkembangan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur. Dengan koordinasi dan kerja sama yang baik, setiap tahapan pengerjaan diharapkan dapat terlaksana sesuai rencana sehingga hasil pembangunan nantinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

“Pembangunan jembatan gantung perintis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami berharap semangat gotong royong terus terjaga sehingga pembangunan berjalan lancar dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi kepentingan bersama,” ungkap Kapten Inf Sadriadi.

Pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Peranginan diharapkan dapat meningkatkan keterhubungan wilayah dan mempermudah mobilitas masyarakat. Keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan membantu warga mengakses lahan pertanian, pusat perekonomian, fasilitas pendidikan, serta berbagai layanan umum lainnya.

Bagi masyarakat pedesaan, tersedianya sarana penghubung yang memadai memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan sehari-hari. Akses yang lebih baik dapat mempermudah pengangkutan hasil pertanian, mendukung kegiatan perdagangan, serta membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan sosial dan ekonomi.

Apresiasi juga disampaikan masyarakat Desa Peranginan terhadap keterlibatan Babinsa yang turut bekerja bersama warga dalam proses pembangunan jembatan. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat dinilai memberikan motivasi dan menumbuhkan semangat warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas yang nantinya akan digunakan bersama.

Salah seorang warga Desa Peranginan mengatakan bahwa kebersamaan Babinsa dan masyarakat menjadi dorongan positif bagi warga untuk terus mendukung proses pembangunan hingga selesai.

“Kami merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa yang ikut bergotong royong bersama masyarakat. Kebersamaan seperti ini membuat kami semakin bersemangat mendukung pembangunan jembatan karena nantinya diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga, terutama untuk mengakses kebun dan menjalankan kegiatan sehari-hari,” ungkapnya.

Warga berharap pembangunan jembatan gantung perintis tersebut dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Peranginan dan sekitarnya. Dengan akses penghubung yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan semakin mudah sehingga dapat mendukung kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan gotong royong ini, Babinsa bersama masyarakat terus memperkuat budaya kebersamaan sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam upaya mendorong pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Babinsa bersama masyarakat berkomitmen untuk terus mendukung tahapan pembangunan jembatan gantung perintis sesuai dengan rencana pengerjaan, sehingga keberadaan jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu memperlancar aktivitas warga dan meningkatkan konektivitas di Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara.