BANDA ACEH – Baitul Mal Kota Banda Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang Grand BAZNAS Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya lembaga itu dalam menjalankan pengelolaan zakat sekaligus memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan kategori BAZNAS Kota Terbaik tersebut diterima langsung oleh Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Tgk. Yusuf Al’Qardhawi, S.H., M.H., dalam acara yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Baitul Mal Kota Banda Aceh sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Capaian tersebut juga mencerminkan pentingnya kerja sama antara pengelola zakat, pemerintah daerah, lembaga legislatif, serta seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan dana umat.
Yusuf Al’Qardhawi menegaskan bahwa penghargaan yang diraih bukanlah keberhasilan dirinya secara pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh amil zakat yang selama ini menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Ia menyebutkan, penghargaan tersebut merupakan karunia Allah SWT yang patut disyukuri sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran agar terus menjaga amanah dalam mengelola zakat.
“Penghargaan ini merupakan karunia Allah untuk kami dan diperoleh atas dedikasi kolektif semua amil yang ada di Baitul Mal Banda Aceh,” ungkap Yusuf.
Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga tidak dapat dipisahkan dari kekompakan, komitmen, dan kesungguhan seluruh personel dalam melaksanakan tugas. Karena itu, penghargaan nasional tersebut harus dimaknai sebagai hasil kerja kolektif yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang.
Apresiasi untuk 48 Amil Zakat
Yusuf secara khusus menyampaikan apresiasi kepada seluruh 48 amil zakat di lingkungan Baitul Mal Kota Banda Aceh yang telah berkontribusi dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Ia menilai, kerja keras para amil merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pengelolaan zakat, mulai dari pelayanan kepada masyarakat hingga upaya memastikan dana zakat dapat memberikan manfaat bagi mereka yang berhak menerimanya.
Bagi Yusuf, penghargaan tersebut tidak boleh hanya menjadi kebanggaan sesaat. Lebih dari itu, capaian ini harus menjadi penyemangat untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan profesionalitas, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan publik.
“Sekali lagi, ini bukan penghargaan untuk saya, tetapi untuk 48 orang amil zakat di Baitul Mal Banda Aceh dan juga penghargaan untuk Pemerintah Kota Banda Aceh,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh atas dukungan yang diberikan kepada Baitul Mal. Dukungan moril dari anggota DPRK Banda Aceh, terutama Komisi I dan Badan Anggaran, turut diapresiasi karena dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan tugas lembaga tersebut.
Sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan jajaran Baitul Mal dinilai penting untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai dengan tujuan, ketentuan, dan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga menjadi modal untuk memperluas manfaat zakat sehingga tidak hanya berfungsi sebagai bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi turut mendukung peningkatan kesejahteraan dan penguatan kepedulian sosial.
BAZNAS Awards Dorong Pengelolaan Zakat Berkualitas
Grand BAZNAS Awards merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memberikan apresiasi kepada lembaga, pemerintah daerah, organisasi, dan tokoh yang dinilai berkontribusi dalam pengelolaan serta pengembangan zakat di Indonesia.
Penghargaan ini menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap berbagai upaya yang dilakukan dalam memperkuat tata kelola zakat, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pengelolaan dana umat yang semakin baik.
Dalam penyelenggaraan BAZNAS Awards 2026, proses penilaian melibatkan delapan tokoh dari berbagai latar belakang keahlian. Para juri berasal dari unsur pemerintahan, akademisi, keagamaan, olahraga profesional, dan legislatif.
Berdasarkan keterangan Humas BAZNAS RI tertanggal 1 Oktober 2026, para juri telah mengikuti rapat pleno pada Rabu (30/9/2026) untuk membahas kriteria dan calon penerima penghargaan.
Delapan tokoh yang terlibat sebagai dewan juri eksternal tersebut adalah Prof. Dr. Purn. Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M.; Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.; Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.; Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, S.Ag., M.Ag.; Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si.; Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., M.A.; Indra Sjafri, S.E., AFC Pro; serta Dr. Hj. Arzeti Bilbina Setyawan, S.E., M.A.P.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam mendukung pengelolaan dan pengembangan zakat di Indonesia.
Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria dan kontribusi yang telah ditetapkan guna mendorong objektivitas dalam menentukan penerima penghargaan. Pada 2026, BAZNAS Awards mencakup ratusan penghargaan, termasuk 20 kategori Grand Awards yang proses penilaiannya melibatkan dewan juri eksternal.
Keterlibatan para juri dari berbagai bidang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penilaian terhadap kontribusi dan kinerja para penerima penghargaan.
Perkuat Amanah dan Kepercayaan Masyarakat
Bagi Baitul Mal Kota Banda Aceh, penghargaan tingkat nasional ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola zakat yang amanah, profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan dana, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang menerima dan menyalurkannya. Oleh sebab itu, integritas, ketepatan sasaran, serta kualitas pelayanan menjadi unsur penting yang harus terus dijaga.
Kepercayaan publik akan semakin kuat apabila masyarakat dapat melihat bahwa zakat yang dikelola benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok yang membutuhkan. Penyaluran yang tepat, pelayanan yang baik, dan pengelolaan yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan tersebut.
Yusuf berharap penghargaan BAZNAS Awards 2026 dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Baitul Mal Kota Banda Aceh untuk terus meningkatkan kapasitas, kedisiplinan, kekompakan, dan integritas dalam menjalankan amanah.
Ia menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian agar setiap tugas yang dilaksanakan tetap berorientasi pada kemaslahatan umat dan tidak membeda-bedakan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
Dengan penghargaan tersebut, Baitul Mal Kota Banda Aceh diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang bertanggung jawab.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah lembaga pengelola zakat tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi juga dari kemampuannya menjaga amanah, membangun kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi para penerima zakat.
Prestasi di Grand BAZNAS Awards 2026 pun menjadi pengingat bahwa penghargaan merupakan bentuk apresiasi atas kerja yang telah dilakukan sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian pada masa mendatang.(**)










