Pemko Banda Aceh Dukung Penuh Program MBG

Banda Aceh13 Dilihat

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mengatakan program MBG memberikan manfaat bagi anak-anak sekaligus meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi selama anak berada di sekolah.

“Dari Pemko, kita sangat mendukung penuh program ini karena merupakan program prioritas Presiden,” kata Afdhal kepada RRI saat mendampingi kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, ke SD Negeri Cot Meuraja, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (13/10/2026).

Menurut Afdhal, program MBG membantu orang tua karena anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada bekal atau uang jajan yang diberikan keluarga.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, pelaksanaan program tersebut juga dinilai berpotensi menggerakkan perekonomian daerah, terutama melalui penyediaan makanan dan berbagai kebutuhan pendukung program.

Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik, Pemko Banda Aceh melakukan pengawasan melalui koordinasi rutin dengan kepala sekolah serta pemantauan langsung ke sejumlah sekolah penerima manfaat.

Afdhal mengatakan, dirinya bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara berkala turun ke lapangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi para siswa.

“Kami rutin berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah. Kami juga bersama Ibu Wali Kota turun ke beberapa sekolah untuk mengecek langsung dan melakukan monitoring serta evaluasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah Kota Banda Aceh yang relatif tidak terlalu luas turut memudahkan pemerintah kota dalam melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG.

Terkait cakupan penerima manfaat, Afdhal menyebutkan bahwa sebagian besar sekolah di Banda Aceh telah mendapatkan layanan MBG. Meski demikian, masih terdapat sejumlah sekolah swasta yang belum menerima program tersebut.

Menurutnya, penyaluran program perlu memperhatikan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, terutama anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.

“Sebagian besar sudah, kecuali beberapa sekolah swasta yang mungkin tidak mendapatkan karena sebagian besar pendapatan orang tuanya sudah berlebih. Program ini difokuskan pada tempat atau kelompok yang masih membutuhkan, terutama orang tua dengan pendapatan rendah,” jelasnya.

Pemko Banda Aceh, lanjut Afdhal, akan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai sasaran. Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.(**)