BANDA ACEH – Upaya membangun kesadaran kebencanaan sejak dini terus diperkuat Pemerintah Kota Banda Aceh. Melalui Program “Tagana Masuk Sekolah” (TMS), sekolah didorong menjadi pusat edukasi kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Program strategis lintas sektor ini dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 dengan menyasar 12 sekolah tingkat SD dan SMP di berbagai kawasan di Kota Banda Aceh.
Pembukaan rangkaian kegiatan TMS dilaksanakan pada saat upacara bendera di SMP Negeri 6 Banda Aceh, Senin (13/10/2026). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Jalaluddin, hadir langsung bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Jalaluddin menegaskan bahwa sosialisasi kebencanaan sangat krusial diberikan kepada siswa sebagai generasi penerus, mengingat Kota Banda Aceh memiliki sejarah kelam akibat gempa dan tsunami pada tahun 2004 silam.
“Sedari kecil anak-anak harus diberikan pemahaman dan edukasi menyeluruh tentang tanggap bencana. Mulai dari antisipasi ancaman, tindakan keselamatan saat bencana terjadi, hingga apa yang harus dilakukan pada pasca bencana,” tegas Sekda Jalaluddin.
Menurutnya, tujuan utama program TMS bukan hanya agar siswa tahu potensi bencana, tetapi juga mampu melakukan langkah penyelamatan diri yang tepat, tidak panik, dan bisa membantu orang lain saat situasi darurat.
Program ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Provinsi Aceh, Dinas Sosial Aceh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Dinas Sosial Kota Banda Aceh, serta Tim Tagana Aceh dan Tagana Kota Banda Aceh.
Turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut Sekretaris Disdikbud Kota Banda Aceh, Kabid Pembinaan SMP, para Kepala Sekolah jenjang SMP dan SD, serta Pengawas Sekolah.
Dengan sinergi yang kuat dari berbagai pihak, program Tagana Masuk Sekolah diharapkan mampu menanamkan budaya siaga bencana dalam kehidupan sehari-hari dan membentuk generasi yang tangguh dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di masa depan.(**)






