DPRK Banda Aceh Dorong Penguatan Kurikulum Pendidikan Diniyah

Parlementaria3 Dilihat

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh berkomitmen mendorong penguatan pendidikan diniyah agar semakin optimal dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Anggota DPRK Banda Aceh, Musriadi, menyatakan bahwa penguatan pendidikan diniyah perlu didukung melalui perencanaan yang matang, penyusunan kurikulum yang tepat, serta dukungan penganggaran sesuai kemampuan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, pendidikan diniyah memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak mulia, dan karakter Qurani dalam kehidupan sehari-hari.

Musriadi menegaskan, DPRK Banda Aceh akan terus mendorong upaya penguatan pendidikan diniyah sesuai fungsi dan kewenangannya, termasuk dalam aspek perencanaan dan penganggaran.

Ia berharap, Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan unsur pemerintah, ulama, akademisi, organisasi profesi, kepala sekolah, dan guru dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk menyempurnakan rancangan kurikulum pendidikan diniyah.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting agar kurikulum yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik, kondisi satuan pendidikan, serta tantangan pendidikan karakter di tengah perkembangan zaman.

Musriadi mengingatkan agar penyusunan kurikulum tidak berhenti pada dokumen atau konsep semata. Implementasinya di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian utama sehingga nilai-nilai pendidikan diniyah dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran maupun perilaku peserta didik.

“Jangan sampai kurikulum ini hanya bagus di atas kertas. Kita ingin pendidikan diniyah benar-benar hidup di sekolah dan membentuk anak-anak yang beriman, berilmu, berakhlak dan berkarakter Qurani,” pungkas Musriadi.

Melalui penguatan kurikulum yang terarah dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pendidikan diniyah diharapkan semakin berperan dalam melahirkan generasi Banda Aceh yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan akhlak mulia.(**)