Bank Aceh Ajak Masyarakat Ramaikan SYAFIF 2026, Transaksi Action Mobile Berpeluang Raih Hadiah Rp3 Juta

Ekonomi3 Dilihat

BANDA ACEH – Bank Aceh Syariah mengajak masyarakat untuk semakin aktif memanfaatkan layanan perbankan digital melalui aplikasi Action Mobile dalam berbagai transaksi keuangan. Ajakan tersebut dikemas melalui program promosi transaksi dalam rangka Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Plataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Melalui program ini, masyarakat didorong untuk membiasakan diri menggunakan layanan digital perbankan yang praktis dan mudah diakses, khususnya untuk melakukan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada merchant QRIS Bank Aceh.

Kampanye bertajuk “Gunakan Action Mobile untuk Bertransaksi Sebanyak-banyaknya!” tersebut menawarkan kesempatan kepada nasabah untuk memperoleh hadiah menarik. Semakin sering melakukan transaksi sesuai ketentuan program, semakin besar peluang peserta untuk memenangkan hadiah yang telah disediakan.

Berdasarkan informasi dalam materi promosi Bank Aceh, hadiah yang ditawarkan terdiri atas tiga kategori. Pemenang terbaik pertama berkesempatan memperoleh hadiah sebesar Rp3 juta, terbaik kedua Rp2 juta, dan terbaik ketiga Rp1 juta.

Program ini secara khusus ditujukan bagi transaksi melalui merchant QRIS Bank Aceh. Karena itu, masyarakat yang ingin berpartisipasi perlu memperhatikan ketentuan transaksi yang berlaku agar dapat mengikuti program sesuai persyaratan penyelenggara.

Dorong Kebiasaan Transaksi Digital

Pemanfaatan Action Mobile menjadi salah satu cara untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat melalui teknologi digital. Dengan layanan pada perangkat telepon seluler, nasabah dapat melakukan berbagai aktivitas perbankan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor bank.

Pembayaran melalui QRIS juga memberikan alternatif transaksi yang praktis bagi masyarakat ketika berbelanja atau menggunakan layanan usaha yang menyediakan fasilitas pembayaran tersebut. Selain memberikan kemudahan bagi konsumen, penggunaan pembayaran digital turut mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan sistem transaksi yang lebih modern.

Melalui momentum SYAFIF Goes to Aceh, Bank Aceh mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital secara lebih optimal. Kehadiran program berhadiah diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mencoba dan membiasakan penggunaan Action Mobile dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Meski demikian, nasabah tetap perlu memastikan bahwa transaksi dilakukan melalui kanal resmi, memeriksa nama merchant sebelum melakukan pembayaran, serta menjaga kerahasiaan PIN dan kode keamanan akun masing-masing.

SYAFIF Goes to Aceh Hadir di Pusat Kota

Pelaksanaan SYAFIF Goes to Aceh pada 9–11 Oktober 2026 di kawasan Plataran Masjid Raya Baiturrahman menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai layanan dan produk keuangan syariah.

Kegiatan yang mengusung semangat penguatan keuangan syariah tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan perbankan syariah sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan ekonomi.

Kehadiran Bank Aceh melalui promosi Action Mobile juga memperlihatkan pentingnya inovasi layanan perbankan dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi cepat dan praktis.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program promosi ini, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs resmi Bank Aceh di www.bankaceh.co.id atau menghubungi layanan informasi Bank Aceh pada nomor 1500845.

Melalui program tersebut, Bank Aceh berharap penggunaan Action Mobile dan transaksi QRIS semakin menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem transaksi digital yang mendukung perkembangan ekonomi daerah.

Catatan redaksi: Rincian periode transaksi yang dihitung, mekanisme penentuan pemenang, syarat peserta, serta jadwal pengumuman hadiah belum tercantum secara lengkap dalam materi promosi. Informasi tersebut sebaiknya dikonfirmasi kepada Bank Aceh sebelum berita diterbitkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pembaca.(**)