Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026 Lewat Inovasi RDF

Ekonomi41 Dilihat

MANILA – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk kembali menorehkan prestasi di tingkat regional ASEAN melalui unit bisnis pengelolaan limbah, Nathabumi. Perusahaan tersebut berhasil meraih ASEAN Energy Awards 2026 untuk kategori Emerging Low Carbon Technologies.

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan atas inovasi “Biodrying-based Refuse-Derived Fuel (RDF) for Cement Co-Processing in Cilacap Plant”, sebuah inisiatif yang mengembangkan pemanfaatan bahan bakar alternatif berbasis limbah untuk mendukung proses produksi semen yang lebih rendah karbon.

Penghargaan itu diserahkan dalam malam penganugerahan ASEAN Energy Awards 2026 yang berlangsung di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026).

Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, menerima langsung penghargaan tersebut dari H.E. Nguyen Viet Son, Vice Minister of Ministry of Industry and Trade, Viet Nam.

Capaian ini menjadi bagian penting dari upaya Solusi Bangun Indonesia dalam mengembangkan solusi pengelolaan limbah yang tidak hanya berorientasi pada penanganan sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif.

Inovasi Biodrying-based Refuse-Derived Fuel atau RDF tersebut dikembangkan untuk mengolah limbah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam proses co-processing di pabrik semen Cilacap.

Melalui pendekatan tersebut, limbah yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan dapat diproses menjadi RDF dengan karakteristik yang memungkinkan untuk digunakan sebagai sumber energi dalam proses produksi semen.

Pemanfaatan RDF dalam co-processing juga menjadi salah satu pendekatan dalam mendorong pengurangan penggunaan bahan bakar fosil sekaligus memperkuat penerapan prinsip ekonomi sirkular di sektor industri.

Konsep tersebut menempatkan limbah bukan semata-mata sebagai persoalan lingkungan yang harus dibuang, tetapi sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna.

Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026 sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pengelolaan limbah dan teknologi rendah karbon dari Indonesia mendapat perhatian di tingkat kawasan Asia Tenggara.

Kategori Emerging Low Carbon Technologies secara khusus menjadi ruang apresiasi bagi pengembangan teknologi yang mendukung transisi menuju sistem energi dan industri yang lebih rendah emisi karbon.

Bagi Solusi Bangun Indonesia, penghargaan ini memperkuat komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi yang mengintegrasikan aspek lingkungan dengan kebutuhan industri.

Pengelolaan limbah berbasis RDF menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara teknologi pengolahan limbah dan industri semen dapat menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan.

Selain berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, pemanfaatan RDF juga membuka peluang bagi pengelolaan sampah yang lebih produktif. Limbah yang telah melalui proses pengolahan dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi industri, sehingga memberikan manfaat dari sisi lingkungan sekaligus operasional.

Prestasi di Manila tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi rendah karbon di kawasan ASEAN.

Melalui Nathabumi, Solusi Bangun Indonesia terus mengembangkan bisnis pengelolaan limbah dengan pendekatan yang mengedepankan inovasi, pemanfaatan sumber daya, serta keberlanjutan.

Pengakuan melalui ASEAN Energy Awards 2026 menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang dapat diterapkan secara lebih luas dan memberikan kontribusi terhadap agenda pengurangan emisi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap solusi energi yang lebih bersih dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, inovasi RDF menjadi salah satu pendekatan yang mempertemukan dua tantangan sekaligus, yakni persoalan limbah dan kebutuhan industri terhadap sumber energi alternatif.

Dengan penghargaan tersebut, Solusi Bangun Indonesia menegaskan perannya dalam mendorong penerapan teknologi rendah karbon sekaligus memperkuat kontribusi sektor industri terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan ASEAN.(**)