600 Relawan Kumpulkan 863 Kg Sampah di Krueng Lamnyong

Banda Aceh35 Dilihat

BANDA ACEH – Lebih dari 600 relawan yang terdiri atas aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Banda Aceh, mahasiswa, pelajar, komunitas lingkungan, dan masyarakat menggelar aksi bersih-bersih dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026 di bantaran Krueng Lamnyong, Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Minggu (27/9/2026).

Mengusung tema “Satu Aksi, Alam Berbisik Terima Kasih”, kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Samsul Bahri. Aksi ini menjadi bentuk kolaborasi lintas elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana.

Dalam sambutannya, Samsul Bahri mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang sehat dan bersih.

Ia menegaskan, kebiasaan menjaga kebersihan harus dimulai dari hal-hal kecil dan dilakukan secara konsisten agar tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tidak dibiasakan sesuatu yang kecil ini, tidak akan bisa menjadi besar atau tertanam di dalam jiwa masing-masing pribadi. Tentunya Pemerintah Kota Banda Aceh sangat mendukung aksi komunitas yang dibuat pada hari ini karena akan sangat berdampak,” ujarnya.

Samsul Bahri juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan sampah dan mengantisipasi banjir. Upaya tersebut antara lain melalui pembersihan saluran drainase serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, pemilahan sampah perlu dilakukan agar sampah yang dapat terurai dan yang tidak dapat terurai bisa dikelola secara tepat. Meski penerapannya belum sepenuhnya optimal, upaya tersebut terus berjalan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Dalam aksi tersebut, para peserta menyisir bantaran Krueng Lamnyong untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang lokasi kegiatan. Sampah yang terkumpul didominasi plastik sekali pakai, residu, sampah rumah tangga, serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Setelah berlangsung selama tiga jam, aksi tersebut berhasil mengumpulkan total 863,4 kilogram sampah. Seluruh sampah kemudian diangkut menggunakan armada Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh untuk diproses lebih lanjut di tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle (TPS 3R).

Melalui kegiatan World Cleanup Day 2026, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap gerakan memilah sampah dari rumah serta gotong royong menjaga kebersihan sungai dapat menjadi gerakan kolektif masyarakat.

Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan terjaga, sekaligus mengurangi risiko bencana akibat persoalan sampah dan saluran air yang tersumbat.(**)