BOGOR – Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Aceh periode 2024–2029, Tgk. Ahmada MZ, melakukan silaturahmi bersama keluarga besar Pondok Pesantren Darul Munawwarah Al Mubarakah Bani H. Ahmad Al Asyi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tgk. Ahmada tampak berfoto bersama sejumlah tokoh dan keluarga besar pesantren. Kebersamaan itu memperlihatkan suasana silaturahmi yang hangat antara senator asal Aceh tersebut dengan kalangan pesantren.
Dalam kunjungan itu, Tgk. Ahmada hadir sebagai bagian dari agenda silaturahmi dan membangun hubungan baik dengan lingkungan pendidikan keagamaan. Pesantren menjadi salah satu ruang penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam pembinaan pendidikan, keagamaan, akhlak, serta pembentukan karakter generasi muda.
Silaturahmi ke lingkungan pesantren juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara tokoh masyarakat, ulama, pendidik, dan wakil daerah. Pertemuan dalam suasana informal seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Tgk. Ahmada sendiri merupakan anggota DPD RI yang mewakili Provinsi Aceh untuk periode 2024–2029. Ia termasuk empat anggota DPD RI terpilih dari Aceh pada Pemilu 2024.
Sebagai wakil daerah, aktivitas silaturahmi dengan masyarakat dan kalangan pesantren menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Sebelumnya, Tgk. Ahmada juga tercatat menghadiri sejumlah kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di Aceh, termasuk kegiatan di lingkungan dayah.
Kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Munawwarah Al Mubarakah Bani H. Ahmad Al Asyi di Bogor tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Foto bersama yang diabadikan setelah kegiatan memperlihatkan Tgk. Ahmada bersama sejumlah tokoh dan peserta silaturahmi memberikan gestur jempol sebagai simbol kebersamaan.
Silaturahmi semacam ini sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga hubungan antarelemen masyarakat, khususnya antara lingkungan pesantren dan tokoh yang memiliki peran dalam kehidupan publik. Pesantren tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pendidikan agama, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
Melalui pertemuan tersebut, hubungan silaturahmi diharapkan terus terjaga dan berkembang menjadi komunikasi yang positif. Bagi masyarakat Aceh maupun komunitas pesantren di berbagai daerah, komunikasi lintas wilayah juga menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring persaudaraan dan kepedulian terhadap pendidikan serta kehidupan sosial keagamaan.(**)






