KUTACANE – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus terlihat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara bersama warga melaksanakan pengerjaan pengecoran pondasi tepi jauh Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Buah Pala dengan kawasan pertanian dan perkebunan masyarakat di Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama warga yang sehari-hari beraktivitas menuju lahan pertanian dan perkebunan.
Di lokasi pembangunan, Babinsa bersama warga tampak bahu-membahu melaksanakan proses pengecoran. Pekerjaan dilakukan secara bersama dengan memperhatikan tahapan dan ketelitian pengerjaan agar pondasi yang dibangun memiliki kekuatan serta dapat mendukung konstruksi jembatan secara optimal.
Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan Pinem, mengatakan kondisi cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran proses pengecoran pondasi di lokasi pembangunan.
“Dengan cuaca yang mendukung, proses pengecoran pondasi dapat dilaksanakan dengan lebih maksimal. Babinsa selain menjalankan tugas pokoknya juga terus mendampingi dan bergotong royong bersama masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan di wilayah binaan,” ujar Pelda Ahmad Saan Pinem.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan tersebut bukan semata-mata untuk membantu pekerjaan fisik, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan pendampingan terhadap masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyelesaikan pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus membangun kebersamaan dengan masyarakat. Pembangunan akan lebih mudah dilaksanakan apabila dikerjakan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong,” tambahnya.
Dukung Akses Pertanian dan Perkebunan
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Buah Pala dan wilayah sekitarnya. Jembatan tersebut nantinya akan menjadi salah satu akses penghubung menuju sejumlah lahan pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat.
Bagi para petani dan pekebun, kemudahan akses menuju lahan sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai kegiatan, mulai dari membawa peralatan kerja, mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, hingga memenuhi kebutuhan lainnya.
Dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut nantinya, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih mudah dan mendukung kelancaran mobilitas menuju kawasan pertanian dan perkebunan.
Selain memberikan kemudahan bagi aktivitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat mendukung kegiatan perekonomian masyarakat. Akses yang lebih baik dapat membantu memperlancar proses pengangkutan hasil produksi pertanian dan perkebunan menuju lokasi pengumpulan maupun pemasaran.
Pembangunan Dilakukan Secara Bertahap
Pengerjaan Jembatan Gantung Perintis dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan Babinsa, masyarakat serta pihak-pihak terkait. Pada tahapan pengecoran pondasi tepi jauh, seluruh personel yang terlibat bekerja bersama-sama sesuai pembagian tugas masing-masing.
Pengecoran pondasi menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan karena berfungsi sebagai elemen pendukung konstruksi jembatan. Oleh karena itu, pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan ketepatan dan ketelitian agar hasilnya dapat mendukung tahapan pembangunan berikutnya.
Selain membantu pekerjaan fisik, keterlibatan Babinsa juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Interaksi secara langsung di lapangan memungkinkan Babinsa lebih dekat dengan warga sekaligus mengetahui perkembangan serta kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya.
Semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan fasilitas yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan bersama.
Utamakan Keselamatan Selama Pekerjaan
Dalam pelaksanaan pembangunan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Pelda Ahmad Saan Pinem mengingatkan seluruh warga dan personel yang terlibat agar tetap berhati-hati selama bekerja di lokasi pembangunan.
“Kami mengingatkan kepada seluruh pekerja agar selalu memperhatikan faktor keselamatan kerja, menjaga kesehatan dan tetap tertib selama berada di lokasi pembangunan. Keselamatan harus menjadi perhatian utama agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” pesannya.
Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah terbangun dapat terus dipertahankan hingga seluruh tahapan pembangunan selesai. Dukungan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran proses pembangunan di lapangan.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Buah Pala diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.
Setelah nantinya dapat dimanfaatkan, jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses menuju lahan pertanian dan perkebunan, memperlancar pengangkutan hasil produksi, serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Kehadiran Babinsa bersama masyarakat dalam proses pembangunan juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat, sehingga fasilitas yang dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara baik untuk kepentingan bersama.












