Pembangunan MCK Dayah Al-Ishlah Al-Aziziyah Capai 82,2 Persen

Kodim 010179 Dilihat

Banda Aceh – Komando Distrik Militer (Kodim) 0101/Kota Banda Aceh melalui Posramil Lueng Bata terus melanjutkan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Dayah Al-Ishlah Al-Aziziyah, Gampong Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Senin (21/9/2026).

Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari program Karya Bakti Penguatan Pembinaan Teritorial (Binter) Kodim 0101/Kota Banda Aceh. Kehadiran program ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan fasilitas dasar yang dapat menunjang aktivitas dan kenyamanan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.

Danramil 14/Baiturrahman, Kapten Inf Narsim Supriatna, selaku Koordinator Lapangan pembangunan MCK, menjelaskan bahwa personel saat ini tengah melaksanakan sejumlah pekerjaan lanjutan.

“Personel sedang melaksanakan pengecatan dasar siler serta pemasangan instalasi listrik. Secara keseluruhan, progres fisik pembangunan sampai dengan hari ini diperkirakan sudah mencapai 82,2 persen,” jelasnya.

Memasuki tahap tersebut, proses pembangunan terus dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan penyelesaian setiap bagian pekerjaan. Pemasangan instalasi listrik dan pengecatan dasar menjadi bagian penting sebelum fasilitas MCK memasuki tahap penyelesaian akhir.

Program Karya Bakti Penguatan Binter ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Kodim 0101/Kota Banda Aceh dalam mendukung kebutuhan fasilitas masyarakat di wilayah binaan. Selain memberikan manfaat secara fisik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan hubungan antara personel TNI dengan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, Kodim 0101/Kota Banda Aceh terus mendorong pelaksanaan Binter yang tidak hanya hadir melalui komunikasi sosial, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Dengan progres yang telah mencapai 82,2 persen, pembangunan MCK Dayah Al-Ishlah Al-Aziziyah diharapkan dapat segera memasuki tahap akhir sehingga fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan para santri dan aktivitas di lingkungan dayah.