BANDA ACEH – Baitul Mal Kota Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan keagamaan melalui program Beasiswa Santri Dayah. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap santri yang berasal dari keluarga kurang mampu sekaligus upaya mendorong lahirnya generasi Aceh yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki bekal ilmu agama yang kuat.
Pada tahun 2026, Baitul Mal Kota Banda Aceh menyalurkan beasiswa kepada 96 santri kurang mampu yang berasal dari 21 dayah di wilayah Kota Banda Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga santri dalam memenuhi kebutuhan pendidikan serta memberikan motivasi agar para santri dapat lebih fokus menuntut ilmu.
Berdasarkan informasi resmi Baitul Mal Kota Banda Aceh, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan. Penyaluran dilakukan setiap tiga bulan sekali sehingga bantuan yang diterima dalam satu kali pencairan mencapai Rp1,5 juta dan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima.
Program beasiswa ini tidak hanya dimaknai sebagai bantuan finansial, tetapi juga menjadi bagian dari investasi sosial untuk memperkuat pendidikan generasi muda. Santri yang menempuh pendidikan di dayah diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang memiliki akhlak, kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal kepada enam santri di Dayah Al Fathani Darussalam, Punge Blang Cut, Banda Aceh, pada Selasa, 1 September 2026 sore. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh serta Kepala Sekretariat Baitul
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berharap jumlah penerima manfaat program tersebut dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang. Dengan semakin banyak santri yang memperoleh dukungan, diharapkan semakin banyak pula anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan dayah.
Sementara itu, Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Tgk. M. Yusuf Al-Qardhawy, menegaskan bahwa beasiswa santri merupakan bagian dari komitmen Baitul Mal dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga yang menghadapi keterbatasan biaya pendidikan anak.
Dukungan terhadap santri melalui program beasiswa dinilai memiliki arti penting. Di tengah kebutuhan pendidikan yang terus meningkat, bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar dan mengembangkan potensi. Bagi keluarga penerima, bantuan ini juga diharapkan dapat mengurangi sebagian beban biaya yang harus dipenuhi selama anak-anak mereka menempuh pendidikan di dayah.
Pihak Dayah Al Fathani Darussalam juga menyambut baik program tersebut. Bantuan diharapkan mampu membuat para santri semakin bersemangat dalam belajar, sekaligus memberikan motivasi kepada orang tua untuk terus mendukung pendidikan anak-anak mereka.
Program Beasiswa Santri Dayah pada akhirnya menjadi gambaran bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dapat diarahkan untuk kemaslahatan umat, khususnya dalam bidang pendidikan. Baitul Mal Kota Banda Aceh menempatkan pendidikan sebagai salah satu jalan penting untuk membangun generasi yang berilmu sekaligus berakhlak.
Melalui bantuan tersebut, para santri diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan mereka, tetapi juga kelak menjadi generasi yang dapat mengambil peran dalam pembangunan Aceh. Pendidikan berkualitas, generasi berakhlak, dan dayah yang kuat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih maju dan berdaya saing.(**)












