ACEH UTARA – Kabar baik datang bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Utara. Aspirasi masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk meningkatkan dan melebarkan ruas jalan Simpang Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, hingga Keude Blang Geulumpang, Kecamatan Seunuddon, mendapat dukungan melalui anggaran pemerintah pusat.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD), menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp35 miliar telah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung pembangunan ruas jalan tersebut.
Informasi itu disampaikan dalam kunjungan dan peninjauan lapangan yang melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, termasuk Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayahwa), bersama Ruslan M. Daud dan sejumlah pihak terkait.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, sebagaimana waktu unggahan dokumentasi kegiatan yang beredar di media sosial.
Pembangunan jalan yang menjadi aspirasi masyarakat tersebut direncanakan membentang sepanjang sekitar 10 kilometer. Ruas ini dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu akses penghubung antarwilayah di Aceh Utara, khususnya masyarakat di Kecamatan Baktiya dan Kecamatan Seunuddon.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa anggaran Rp35 miliar tersebut bersumber dari APBN dan ditargetkan mulai dikucurkan atau direalisasikan pada tahun 2026.
Dukungan terhadap pembangunan jalan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi Pemkab dan DPR RI
Kehadiran Bupati Aceh Utara bersama anggota DPR RI dalam peninjauan tersebut juga menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur.
Kolaborasi seperti ini dinilai penting, terutama bagi daerah yang membutuhkan dukungan anggaran pusat untuk membiayai pembangunan dengan nilai cukup besar.
Melalui dukungan legislator di tingkat pusat, berbagai aspirasi yang disampaikan pemerintah daerah maupun masyarakat dapat diperjuangkan agar masuk dalam program pembangunan yang bersumber dari APBN.
Ruslan M. Daud sendiri selama ini dikenal aktif menyuarakan percepatan pembangunan infrastruktur di Aceh. Dalam pemberitaan DPR RI sebelumnya, ia juga mendorong pemerintah pusat mempercepat pembangunan infrastruktur agar akses antarwilayah di Aceh semakin baik dan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Panjang Ruas Mencapai 10 Kilometer
Ruas Simpang Alue Ie Puteh–Keude Blang Geulumpang memiliki posisi strategis bagi masyarakat di kawasan tersebut. Peningkatan dan pelebaran jalan diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Jalan yang lebih baik akan memudahkan masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian, perkebunan, maupun berbagai komoditas lainnya menuju pusat-pusat perdagangan.
Selain itu, peningkatan infrastruktur jalan juga diharapkan dapat memperpendek waktu tempuh masyarakat menuju pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta fasilitas umum lainnya.
Dalam jangka panjang, pembangunan tersebut diharapkan mampu membuka akses ekonomi yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan kawasan di bagian timur dan utara Kabupaten Aceh Utara.
Aspirasi Masyarakat Mulai Mendapat Kepastian
Dukungan anggaran Rp35 miliar menjadi kabar positif bagi masyarakat yang selama ini berharap adanya peningkatan kualitas jalan di kawasan tersebut.
Pembangunan infrastruktur jalan memang menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki aktivitas ekonomi dan mobilitas warga cukup tinggi.
Dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat, masyarakat kini tinggal menantikan proses pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga diharapkan dapat memastikan proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, serta menghasilkan kualitas jalan yang baik dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Lebih jauh, pembangunan jalan tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas proyek fisik, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jalan yang semakin baik akan membuka konektivitas, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah.
Bagi masyarakat Aceh Utara, khususnya warga yang berada di sepanjang jalur Simpang Alue Ie Puteh hingga Keude Blang Geulumpang, rencana pembangunan ini menjadi harapan baru untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih aman, nyaman dan lancar.
Dengan nilai anggaran mencapai Rp35 miliar, proyek tersebut juga menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah.(**)






