Kutacane – Semangat gotong royong terus ditunjukkan personel Satgas Jembatan Gantung Perintis Kodim 0108/Agara bersama masyarakat dalam mempercepat pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan pembangunan kali ini difokuskan pada proses pengecoran jalan dan pondasi jembatan. Personel Satgas bersama warga bahu-membahu menyiapkan material, merangkai kebutuhan pengecoran hingga melaksanakan pengecoran pada bagian jalan jembatan.
Danposramil Ketambe, Pelda Jumadin Selian, mengatakan keterlibatan Babinsa bersama masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya nyata untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga.
“Babinsa bersama warga bekerja bersama-sama menyelesaikan proses pengecoran jalan jembatan ini. Harapannya, setelah pembangunan selesai, masyarakat dapat melintasi jembatan dengan lebih aman, nyaman dan lancar dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Pelda Jumadin Selian.
Menurutnya, pembangunan jembatan gantung tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Lawe Pinis dan wilayah sekitarnya. Selain menjadi sarana penghubung antarlokasi, keberadaan jembatan diharapkan dapat membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan, pelayanan kesehatan, perdagangan serta kegiatan perekonomian.
Pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat secara langsung juga mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong di wilayah pedesaan. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi turut ambil bagian dalam proses pembangunan sehingga tumbuh rasa memiliki dan kepedulian terhadap fasilitas yang nantinya digunakan bersama.
Pelda Jumadin Selian menambahkan, pembangunan jalan beton pada jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas warga.
“Dengan dibangunnya jalan beton ini, kami berharap akses transportasi masyarakat menjadi lebih mudah dan tidak lagi terhambat. Semoga jembatan ini nantinya dapat mendukung kelancaran aktivitas warga serta membantu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Keberadaan jembatan gantung perintis juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Akses yang semakin baik akan memudahkan warga mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju lokasi pemasaran. Sebaliknya, kebutuhan pokok dan berbagai keperluan masyarakat juga dapat didistribusikan dengan lebih mudah dan efisien.
Selain mempercepat pembangunan fisik, kegiatan gotong royong tersebut turut mempererat hubungan antara TNI, khususnya Babinsa, dengan masyarakat. Kehadiran personel TNI secara langsung di tengah warga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Keterlibatan Babinsa dan personel Satgas dalam setiap tahapan pembangunan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai kehadiran personel TNI di lokasi pembangunan memberikan motivasi dan semangat tersendiri sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan penuh kekompakan.
Salah seorang warga Desa Lawe Pinis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Babinsa serta seluruh personel Satgas yang telah turut membantu pembangunan jembatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa dan seluruh personel yang sudah bersama-sama membantu pembangunan jembatan ini. Kami sangat berharap setelah selesai nanti jembatan ini dapat mempermudah aktivitas warga dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan gantung perintis tersebut dapat segera rampung dan dimanfaatkan secara optimal. Bagi warga, kehadiran jembatan bukan sekadar pembangunan sarana fisik, tetapi juga menjadi harapan baru untuk memperoleh akses transportasi yang lebih mudah, aman dan efisien.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang terus terpelihara, pembangunan jembatan gantung perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan berjalan lancar hingga selesai. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat konektivitas wilayah, membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga di Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.








