Mualem Kembali ke Aceh, Disambut Sejumlah Pejabat dan Anggota DPRA

Pemerintah Aceh12 Dilihat

BANDA ACEH — Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem kembali menginjakkan kaki di Aceh setelah melakukan perjalanan ke Malaysia. Mualem tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 18.05 WIB.

Kepulangan orang nomor satu di Pemerintah Aceh tersebut mendapat sambutan dari jajaran pejabat Pemerintah Aceh yang telah menunggu kedatangannya di bandara.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, S.T., M.Si., terlihat hadir langsung menyambut kedatangan Mualem. Sejumlah pejabat lainnya juga turut berada di Bandara SIM dalam agenda penyambutan tersebut.

Di antara pejabat yang hadir yakni Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, serta Juru Bicara KPA.

Penyambutan itu juga dihadiri sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Beberapa di antaranya yakni Ketua Komisi VI DPRA Tgk Agam dan Sekretaris Komisi VII DPRA Yahdi Hasan, M.I.Kom.

Kehadiran jajaran eksekutif dan legislatif Aceh tersebut menunjukkan adanya penyambutan langsung terhadap Gubernur Aceh setelah kembali dari luar negeri. Mualem sendiri kemudian meninggalkan kawasan Bandara SIM setelah rangkaian penyambutan selesai dilakukan.

Informasi mengenai kepulangan Gubernur Aceh tersebut turut dikonfirmasi oleh Sekretaris Komisi VII DPRA, Yahdi Hasan. Melalui pesan WhatsApp kepada awak media pada Selasa malam, Yahdi membenarkan bahwa Mualem telah tiba di Aceh.

Menurut Yahdi, Gubernur Aceh tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan disambut oleh sejumlah pejabat Pemerintah Aceh serta anggota DPRA.

Kepulangan Mualem berlangsung di tengah berbagai agenda pemerintahan Aceh yang terus berjalan. Sejumlah program dan kebijakan daerah membutuhkan koordinasi antara pemerintah provinsi, legislatif, serta jajaran terkait lainnya.

Karena itu, kembalinya Mualem ke Aceh menjadi perhatian tersendiri, terutama dalam kaitannya dengan keberlanjutan koordinasi pemerintahan dan pelaksanaan berbagai agenda daerah.

Momen kedatangan tersebut berlangsung relatif singkat. Setelah menerima penyambutan dari jajaran pejabat dan anggota DPRA, Mualem selanjutnya meninggalkan Bandara SIM.

Kepulangan Gubernur Aceh diharapkan kembali memperkuat koordinasi di lingkungan Pemerintah Aceh, khususnya dalam menghadapi berbagai agenda pemerintahan yang tengah berjalan serta sejumlah persoalan daerah yang membutuhkan perhatian dan keputusan bersama.(**)