TNI dan Warga Gotong Royong bangun Jembatan Gantung di Lawe Pinis Aceh Tenggara

Kodam IM8 Dilihat

Kutacane – Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam mendukung pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara bersama personel Yon TP 855/RD yang tergabung dalam Satgas Jembatan Gantung Perintis. Bersama masyarakat setempat, mereka bergotong royong mengumpulkan dan mengangkut material batu sungai yang akan digunakan untuk mendukung proses pembangunan jembatan.

Dengan menggunakan peralatan sederhana dan mengandalkan tenaga serta kekompakan, personel TNI bersama warga mengambil batu dari sungai, kemudian mengumpulkan dan memindahkannya ke lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan pekerjaan pembangunan sekaligus menjadi wujud nyata kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen TNI dalam membantu masyarakat, khususnya dalam memulihkan akses transportasi yang sangat dibutuhkan warga.

Menurutnya, jembatan penghubung antardesa tersebut sebelumnya mengalami kerusakan dan terputus akibat diterjang banjir. Kondisi itu berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.

«“Keterlibatan kami dalam pembangunan jembatan ini merupakan implementasi nyata dari kehadiran TNI di tengah kesulitan masyarakat. Kami bersama warga berupaya memberikan kontribusi sesuai kemampuan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Peltu Jumadin Selian.»

Ia menambahkan, kehadiran personel TNI di lokasi tidak hanya bertujuan membantu pekerjaan fisik, tetapi juga mendorong semangat dan motivasi masyarakat untuk bersama-sama mempercepat pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak bencana.

«“Semangat gotong royong antara Babinsa, personel Yon TP 855/RD dan warga merupakan kekuatan penting. Dengan bekerja bersama, pekerjaan yang berat dapat menjadi lebih ringan dan pembangunan dapat dilakukan secara bertahap demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.»

Selama kegiatan berlangsung, warga secara sukarela turut membantu berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari mencari dan mengumpulkan batu, mengangkat material, hingga menempatkannya di sekitar lokasi pembangunan.

Partisipasi masyarakat tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kembali fasilitas umum membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara TNI dan warga diharapkan dapat membantu memperlancar proses pembangunan sehingga jembatan dapat segera difungsikan kembali.

Salah seorang warga, Rabumin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satgas Jembatan Gantung Perintis Kodim 0108/Agara yang telah hadir membantu sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat dalam proses pembangunan kembali jembatan tersebut.

«“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah membantu masyarakat. Jembatan ini sangat penting bagi kami. Kalau sudah selesai dibangun, tentu akan sangat memudahkan aktivitas warga, terutama saat membawa hasil kebun dan pertanian,” ungkap Rabumin.»

Ia menjelaskan, terputusnya akses akibat banjir selama ini cukup menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain menghambat mobilitas, kondisi tersebut juga berdampak terhadap proses pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan untuk dipasarkan.

«“Harapan kami, pembangunan jembatan ini dapat segera selesai dan bisa digunakan masyarakat dengan aman. Kami juga siap membantu semampu kami agar pembangunan ini cepat selesai,” tambahnya.»

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan menjadi solusi dalam memulihkan akses masyarakat yang terganggu akibat bencana banjir. Keberadaan jembatan nantinya diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kegiatan sosial masyarakat antardesa.

Gotong royong antara TNI dan masyarakat tersebut menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat. Sinergi dan kebersamaan menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan bersama.

Dengan semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong, Satgas Jembatan Gantung Perintis bersama masyarakat terus berupaya mendukung proses pembangunan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Diharapkan jembatan tersebut nantinya dapat berdiri kokoh, aman digunakan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Lawe Pinis dan wilayah sekitarnya.