Tgk Ahmada Bertakziah ke Rumah Duka Guru Dayah Istiqamatuddin di Aceh Jaya

Berita7 Dilihat

Aceh Jaya – Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Aceh, Tgk. Ahmada MZ, menunjukkan kepedulian dan penghormatan kepada ulama dengan menghadiri langsung takziah atas wafatnya Ayahanda Tgk. Syukran, Dewan Guru Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif. Kunjungan duka tersebut berlangsung di Gampong Kuala, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (27/8/2026).

Kehadiran senator asal Aceh itu disambut keluarga almarhum, tokoh masyarakat, serta sejumlah ulama yang turut hadir untuk mengantarkan doa bagi sosok guru dayah yang selama ini dikenal sebagai pendidik dan pembimbing umat.

Dalam suasana yang khidmat, Tgk. Ahmada duduk bersama keluarga besar almarhum dan masyarakat, mengangkat kedua tangan seraya memanjatkan doa agar almarhum mendapat ampunan Allah SWT, dilapangkan kuburnya, serta ditempatkan di sisi orang-orang yang saleh.

Momen tersebut menggambarkan kuatnya tradisi takziah di Aceh yang tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum, tetapi juga menjadi penguat ikatan persaudaraan antara ulama, umara, dan masyarakat.

Kehilangan Tokoh Pendidikan Dayah

Wafatnya Tgk. Syukran menjadi duka bagi keluarga besar Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif. Sebagai Dewan Guru, almarhum dikenal memiliki dedikasi besar dalam mendidik santri dan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

Di lingkungan dayah, sosok guru bukan hanya pengajar ilmu agama, tetapi juga pembina akhlak dan teladan bagi masyarakat. Karena itu, kepergian seorang guru dayah selalu meninggalkan kehilangan yang mendalam, baik bagi keluarga maupun para santri yang pernah menimba ilmu darinya.

Doa dan Penguatan untuk Keluarga

Dalam kesempatan itu, Tgk. Ahmada menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

Menurutnya, jasa para guru dayah dalam menjaga pendidikan Islam di Aceh merupakan amal yang akan terus mengalir pahalanya melalui ilmu yang telah diwariskan kepada para santri.

Sebagai Anggota DPD RI Dapil Aceh periode 2024–2029, Tgk. Ahmada memang dikenal aktif menjalin silaturahmi dengan kalangan ulama, dayah, dan masyarakat di berbagai kabupaten di Aceh sebagai bagian

Tradisi Takziah yang Terus Dijaga

Takziah di Aceh merupakan bagian dari budaya Islam yang telah mengakar kuat. Kehadiran tokoh masyarakat dan pejabat dalam rumah duka menjadi simbol kebersamaan serta bentuk penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka.

Suasana haru terlihat menyelimuti rumah duka ketika doa bersama dipanjatkan. Keluarga almarhum menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan berbagai pihak yang datang untuk memberikan dukungan moral dan doa.

Kehadiran Tgk. Ahmada diharapkan menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan erat antara pemimpin, ulama, dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai persaudaraan serta penghormatan terhadap para pendidik agama yang telah mengabdikan hidupnya bagi umat.(**)