Tgk Ahmada Terima Silaturahmi Pengurus Dayah Tanoh Mirah

Berita88 Dilihat

Bireuen – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) sekaligus Anggota MPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh, Tgk. Ahmada MZ, menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Dayah Tanoh Mirah, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Sabtu (22/8/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Silaturahmi menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara perwakilan masyarakat Aceh di tingkat nasional dengan kalangan dayah yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, pendidikan dan keagamaan masyarakat Aceh.

Dalam pertemuan itu, Tgk. Ahmada tampak berdiskusi bersama para pengurus Dayah Tanoh Mirah. Sejumlah hal terkait perkembangan pendidikan dayah, kehidupan masyarakat serta berbagai kebutuhan yang menjadi perhatian lembaga pendidikan Islam tradisional di Aceh menjadi bagian penting dalam semangat silaturahmi tersebut.

Kehadiran pengurus Dayah Tanoh Mirah juga menunjukkan pentingnya komunikasi langsung antara lembaga pendidikan keagamaan dengan para wakil daerah di tingkat nasional. Melalui pertemuan semacam ini, berbagai aspirasi dari masyarakat dapat disampaikan secara lebih terbuka sehingga dapat menjadi bahan perhatian dalam menjalankan tugas-tugas representasi di DPD-RI dan MPR-RI.

Dayah sendiri memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat Aceh. Selain menjadi tempat menimba ilmu agama, dayah juga telah berkembang sebagai lembaga pendidikan yang ikut membentuk karakter, akhlak dan kepedulian sosial generasi muda.

Karena itu, penguatan komunikasi antara pengelola dayah dan pemangku kebijakan dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan pendidikan berbasis keagamaan di Aceh. Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membangun sinergi yang lebih kuat dalam mendukung kemajuan pendidikan dan kehidupan masyarakat.

Tgk. Ahmada merupakan Anggota DPD-RI/MPR-RI Dapil Aceh periode 2024–2029. Pertemuan dengan Pengurus Dayah Tanoh Mirah menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat Aceh.

Silaturahmi seperti ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi dapat menjadi awal dari komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan. Dengan hubungan yang semakin erat, aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan dayah, dapat terus disuarakan dan mendapat perhatian dalam proses pembangunan Aceh.

Pertemuan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna, mencerminkan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi serta membuka ruang dialog antara tokoh masyarakat, pengelola lembaga pendidikan keagamaan dan wakil Aceh di tingkat nasional.(**)