Illiza Dorong Duta GenRe Jadi Mitra Pemerintah

Pemko Banda Aceh123 Dilihat

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mendorong para Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Banda Aceh tidak berhenti pada peran sebagai ikon atau simbol inspirasi bagi kalangan remaja. Para duta tersebut diharapkan mampu mengambil peran lebih besar sebagai agen perubahan sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menyuarakan kebutuhan generasi muda dan memberikan kontribusi terhadap arah pembangunan Kota Banda Aceh.

Pesan tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri penobatan Duta GenRe Kota Banda Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, Sabtu (22/8/2026).

Penobatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pemilihan Duta GenRe Kota Banda Aceh 2026. Program ini diarahkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, mampu menyusun perencanaan kehidupan secara matang, memiliki wawasan luas, serta mampu menjauhkan diri dari berbagai perilaku berisiko yang dapat mengancam masa depan mereka.

Menurut Illiza, keberadaan Duta GenRe memiliki arti penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Persoalan seperti penyalahgunaan narkotika, HIV/AIDS, pergaulan berisiko, hingga perkawinan anak membutuhkan pendekatan edukasi yang tepat dan dekat dengan kehidupan remaja.

Karena itu, ia menilai program GenRe tidak boleh hanya dipahami sebagai ajang pemilihan duta atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, para duta harus mampu menjadi penggerak yang menyampaikan informasi, membangun kesadaran, sekaligus mengajak teman-teman sebayanya untuk memiliki pandangan yang lebih baik terhadap masa depan.

Illiza menekankan pentingnya membangun budaya perencanaan kehidupan sejak usia remaja. Menurutnya, generasi muda harus mulai memikirkan pendidikan, cita-cita, pekerjaan, hingga kehidupan berkeluarga secara terencana.

“Dengan adanya program ini mereka memahami bahwasanya mereka harus membuat perencanaan. Yang pertama bagaimana pendidikan mereka harus berkualitas, kemudian bagaimana mimpi mereka untuk bisa merebut pekerjaan, kemudian bagaimana tetap persoalan jodoh. Dan ini direncanakan dengan sangat baik,” ujar Illiza.

Ia menilai perencanaan tersebut penting agar remaja tidak menjalani masa depan secara tanpa arah. Pendidikan yang baik, kemampuan mengembangkan diri, kesiapan memasuki dunia kerja, serta kematangan dalam menentukan pasangan hidup merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membangun kehidupan yang berkualitas.

Pesan Lebih Mudah Disampaikan Sesama Anak Muda

Dalam kesempatan itu, Illiza juga menyoroti kekuatan komunikasi antarremaja. Menurutnya, pesan mengenai pendidikan, kesehatan reproduksi, pergaulan sehat, pencegahan narkoba maupun perencanaan masa depan akan lebih mudah diterima apabila disampaikan oleh sesama anak muda dengan bahasa yang sesuai dengan dunia mereka.

Ia mengatakan, pola komunikasi yang terlalu formal terkadang membuat pesan yang disampaikan orang dewasa tidak sepenuhnya diterima oleh remaja. Karena itu, keberadaan Duta GenRe dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan generasi muda.

“Kita tahu anak-anak muda kalau yang menyampaikan orang-orang yang sudah dewasa, orang tua, kadang-kadang tidak sampai. Tapi dengan bahasa-bahasa anak muda, ketika anak muda yang menyampaikan, pesan ini akan lebih mudah dipahami,” katanya.

Menurut Illiza, kemampuan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Duta GenRe. Mereka bukan hanya dituntut memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, membangun hubungan dengan lingkungan sebaya, serta menjadi contoh dalam menerapkan pola kehidupan yang positif.

Para Duta GenRe diharapkan mampu membawa pesan perubahan ke sekolah, komunitas, lingkungan tempat tinggal, maupun berbagai ruang interaksi anak muda. Dengan demikian, edukasi mengenai perencanaan masa depan tidak hanya berhenti di atas panggung pemilihan duta, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh remaja di berbagai penjuru Kota Banda Aceh.

Duta GenRe Didorong Terlibat dalam Pembangunan Kota

Tidak hanya dalam bidang edukasi remaja, Illiza juga membuka ruang yang lebih luas bagi Duta GenRe untuk terlibat dalam proses pembangunan Kota Banda Aceh.

Ia menilai suara generasi muda sangat penting dalam penyusunan kebijakan publik. Pemerintah, kata dia, perlu mengetahui secara langsung apa yang menjadi kebutuhan, harapan, sekaligus tantangan yang dihadapi anak muda.

Dengan melibatkan generasi muda, pembangunan kota diharapkan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan masyarakat secara umum, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan generasi yang akan menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan di masa mendatang.

“Harapannya nanti mereka, para duta ini juga bisa kita libatkan dalam peran Kota Banda Aceh, dalam membuat perencanaan kota ke depan. Program apa yang memang dibutuhkan dari para anak muda kita, sehingga bisa ada sinergi antara pemerintah dengan para anak muda,” ujar Illiza.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah kota ingin membangun pola hubungan yang lebih partisipatif dengan kalangan muda. Generasi muda tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan ikut menentukan program yang berkaitan dengan masa depan mereka.

Keterlibatan tersebut dapat menjadi ruang bagi para Duta GenRe untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, menyampaikan aspirasi, sekaligus belajar memahami proses perencanaan pembangunan daerah.

Cut Jihan dan Firman Terpilih sebagai Duta GenRe 2026

Dalam rangkaian penobatan Duta GenRe Kota Banda Aceh 2026, Cut Jihan Sherana Amanda terpilih sebagai Duta GenRe Putri Kota Banda Aceh Tahun 2026. Sementara itu, T M Firman Farza dinobatkan sebagai Duta GenRe Putra Kota Banda Aceh Tahun 2026.

Keduanya bersama para Duta GenRe lainnya akan mengemban tugas untuk menjadi figur inspiratif sekaligus edukatif bagi remaja di Kota Banda Aceh.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana gelar tersebut dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata. Para duta diharapkan mampu menghidupkan berbagai kegiatan positif yang mendorong remaja untuk meningkatkan kualitas diri, menjaga kesehatan, menjauhi perilaku berisiko, serta berani merancang masa depan sejak dini.

Program GenRe pada akhirnya diharapkan tidak sekadar melahirkan figur-figur muda yang berprestasi, tetapi juga membangun ekosistem remaja yang saling mendukung untuk tumbuh menjadi generasi berkualitas.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif para Duta GenRe, generasi muda Banda Aceh diharapkan semakin memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, dan mengambil bagian dalam pembangunan kota.

Bagi Pemerintah Kota Banda Aceh, pelibatan anak muda dalam pembangunan bukan sekadar pilihan, melainkan investasi jangka panjang. Sebab, generasi muda hari ini merupakan pemimpin, profesional, pelaku usaha, sekaligus penggerak masyarakat di masa depan.

Melalui Duta GenRe, pemerintah ingin memastikan suara anak muda tidak hanya didengar, tetapi juga ikut diterjemahkan menjadi gagasan dan program yang mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan Kota Banda Aceh.(**)