Muhammad Amin Jadi Mualaf, Baitul Mal Banda Aceh Salurkan Zakat

Banda Aceh31 Dilihat

BANDA ACEH – Hidayah Islam kembali menyentuh hati seorang warga yang sebelumnya memeluk agama Buddha. Setelah melalui perjalanan hidup selama 75 tahun, Won Yohanes akhirnya memantapkan hati untuk memeluk agama Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat di sebuah masjid di Kota Banda Aceh.

Setelah resmi menjadi seorang muslim, Won Yohanes kemudian diberi nama baru Muhammad Amin. Momentum tersebut tidak hanya menjadi awal perjalanan spiritualnya sebagai seorang mualaf, tetapi juga mendapat perhatian dari Baitul Mal Kota Banda Aceh yang turut memberikan dukungan melalui penyaluran zakat.

Zakat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Yusuf Al Qardhawy, kepada Muhammad Amin. Bantuan itu merupakan bagian dari amanah para muzakki atau masyarakat yang telah menunaikan zakat melalui Baitul Mal untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya atau mustahik.

Yusuf mengatakan, penyaluran zakat kepada Muhammad Amin merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab Baitul Mal dalam memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat kepada kelompok yang berhak, termasuk para mualaf.

“Kita menyerahkan zakat ini dari orang-orang kaya atau muzakki yang menyerahkan amanah kepada kami, Baitul Mal Kota Banda Aceh, untuk kami sampaikan kepada salah satu mustahik, yaitu mualaf,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, keputusan Muhammad Amin untuk memeluk Islam merupakan perjalanan panjang yang akhirnya bermuara pada keyakinan terhadap Islam. Setelah menjalani kehidupan selama puluhan tahun, ia memilih meninggalkan keyakinan sebelumnya dan menjadikan Islam sebagai agama yang diyakininya paling benar.

Yusuf menuturkan, sebelum menerima zakat tersebut, dirinya sempat berbincang langsung dengan Muhammad Amin mengenai keputusannya memeluk Islam. Dari percakapan itu, diketahui bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui perjalanan hidup yang cukup panjang.

“Alhamdulillah, baru saja seorang warga beragama Buddha masuk Islam di masjid ini. Tadi, saat saya berbicara dengan dia, dia masuk Islam setelah 75 tahun melanglang buana dan akhirnya memutuskan masuk agama Islam karena menurutnya agama Islamlah yang paling benar,” ujar Yusuf.

Kisah Muhammad Amin menjadi gambaran bahwa perjalanan seseorang dalam menemukan keyakinan dapat berlangsung dalam waktu yang panjang. Keputusan untuk memeluk Islam di usia senja menjadi sebuah momentum penting yang mengubah babak baru kehidupannya.

Bagi Baitul Mal Kota Banda Aceh, pemberian zakat tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan para mualaf tidak hanya mendapatkan pendampingan dalam aspek keagamaan, tetapi juga memperoleh perhatian dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Sebagai seorang yang baru memeluk Islam, Muhammad Amin tentu menghadapi fase kehidupan baru. Dukungan dari lingkungan sekitar, lembaga keagamaan, serta masyarakat menjadi penting agar para mualaf dapat menjalani kehidupan sebagai seorang muslim dengan penuh keyakinan dan mendapatkan ruang untuk terus belajar serta beradaptasi.

Penyaluran zakat kepada Muhammad Amin sekaligus memperlihatkan fungsi zakat yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan pembinaan bagi kelompok mustahik, termasuk mualaf.

Baitul Mal Kota Banda Aceh berharap amanah zakat yang dititipkan para muzakki dapat terus disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran lembaga pengelola zakat diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan dukungan.

Sementara bagi Muhammad Amin, masuk Islam dan menerima nama baru menjadi Muhammad Amin merupakan titik penting dalam perjalanan hidupnya. Setelah melewati perjalanan selama 75 tahun, ia kini memulai kehidupan dengan keyakinan baru sebagai seorang muslim.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa pintu hidayah dapat datang kapan saja dan kepada siapa saja. Keputusan Muhammad Amin untuk memeluk Islam di usia lanjut menjadi sebuah momentum yang sarat makna, sekaligus memperlihatkan bahwa pencarian terhadap keyakinan dapat membawa seseorang pada pilihan yang diyakininya sebagai jalan terbaik.(**)