BSI Tanam 15.000 Mangrove di Aceh Tamiang, Dorong Pesisir Tangguh dan Ekonomi Berkelanjutan

Ekonomi18 Dilihat

Aceh Tamiang – Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat pesisir terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Relawan Bakti BUMN 2026 yang melaksanakan penanaman 15.000 bibit mangrove di lahan seluas sekitar 5 hektare di Sungai Kuruk III, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen mendorong pemulihan ekosistem pesisir sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Penanaman mangrove tidak sekadar menjadi kegiatan simbolis, tetapi diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan pesisir dan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari lingkungan sekitarnya.

Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Keberadaannya dapat membantu melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota perairan, serta mendukung keberlangsungan ekosistem yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi bagi masyarakat.

Dengan penanaman sebanyak 15.000 pohon di area seluas 5 hektare, kegiatan BSI dan Relawan Bakti BUMN 2026 di Sungai Kuruk III diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kembali fungsi kawasan pesisir Aceh Tamiang.

Lebih dari sekadar penanaman pohon, kegiatan tersebut juga dirancang dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Edukasi lingkungan menjadi salah satu bagian penting agar masyarakat memahami bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove membutuhkan keterlibatan dan kepedulian bersama.

Masyarakat tidak hanya diajak menanam, tetapi juga didorong untuk memahami manfaat mangrove serta pentingnya menjaga tanaman yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan demikian, keberlanjutan program tidak berhenti setelah kegiatan penanaman selesai, melainkan dapat dilanjutkan melalui pemeliharaan dan pengawasan bersama.

Selain aspek lingkungan, kegiatan ini turut menghadirkan semangat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkelanjutan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Pengembangan UMKM berbasis keberlanjutan menjadi penting karena masyarakat di sekitar kawasan pesisir memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Dengan pendampingan dan edukasi yang tepat, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan mampu memberikan nilai tambah tanpa mengorbankan keberlangsungan ekosistem.

Kolaborasi BSI dan Relawan Bakti BUMN 2026 ini sekaligus memperlihatkan bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan merupakan bagian dari pembangunan yang harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, relawan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

Aceh Tamiang sendiri memiliki kawasan pesisir dan ekosistem mangrove yang menjadi bagian penting dari kekayaan alam daerah. Karena itu, rehabilitasi kawasan mangrove menjadi investasi ekologis yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.

Pohon-pohon mangrove yang ditanam hari ini membutuhkan waktu untuk tumbuh. Namun, ketika ekosistem tersebut telah berkembang, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, mulai dari perlindungan pesisir, habitat biota, hingga peluang ekonomi masyarakat yang berbasis pada lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, BSI bersama Relawan Bakti BUMN 2026 menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki ruang untuk tumbuh bersama lingkungan yang sehat.

Penanaman 15.000 mangrove di Sungai Kuruk III menjadi simbol bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar. Setiap bibit yang ditanam menjadi harapan bagi pesisir yang lebih kuat, lingkungan yang lebih lestari, serta kehidupan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

Pada akhirnya, setiap pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk menghijaukan kawasan pesisir. Ia merupakan investasi untuk menghadapi tantangan lingkungan di masa depan, memperkuat ketahanan masyarakat, membuka peluang ekonomi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mewariskan ekosistem yang lebih baik kepada generasi berikutnya.(**)