BANDA ACEH — Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Banda Aceh berlangsung semarak. Berbagai permainan rakyat digelar di kawasan Lampaseh untuk menghibur masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Kegiatan tersebut diinisiasi Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh. Perlombaan dipusatkan di kawasan Lampaseh, tepatnya di RF Kupi Premium, dan berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin, 16–17 Agustus 2026.
Beragam perlombaan bernuansa tradisional disiapkan untuk masyarakat, mulai dari lomba panah batu atau busu (ketapel), pukul bantal, hingga tangkap bebek. Permainan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan kembali berbagai permainan rakyat yang selama ini lekat dengan suasana perayaan kemerdekaan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang ikut mendaftarkan diri sebagai peserta maupun datang menyaksikan jalannya perlombaan. Suasana semakin meriah ketika peserta saling beradu keterampilan, ketangkasan, dan keberanian dalam mengikuti setiap permainan.
Daniel Abdul Wahab mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menyediakan ruang hiburan bagi masyarakat.
Menurutnya, momentum kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diisi dengan kegiatan positif yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana santai, gembira, dan penuh kekeluargaan.
Ia menilai pembangunan kota bukan semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik. Kebahagiaan masyarakat dan terciptanya ruang interaksi sosial juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan kota yang harmonis.
“Pembangunan itu bukan hanya fisik, tetapi juga bagaimana membuat warga bahagia, salah satunya melalui acara seperti ini,” ujar Daniel, sebagaimana dikutip dari pemberitaan kegiatan tersebut.
Bagi masyarakat, lomba-lomba tersebut menjadi kesempatan untuk sejenak melepas rutinitas sekaligus menikmati semarak kemerdekaan bersama keluarga, sahabat, dan warga sekitar.
Permainan ketapel atau busu, misalnya, menghadirkan nuansa permainan tradisional yang membutuhkan konsentrasi dan ketepatan. Sementara lomba pukul bantal menyuguhkan aksi kocak dan mengundang tawa penonton. Tak kalah menarik, lomba tangkap bebek menjadi salah satu kegiatan yang mampu menciptakan suasana riuh dan penuh kegembiraan.
Kepala Dispora Banda Aceh, Reza Kamilin, turut mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, ramainya peserta menunjukkan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga.
Selain perlombaan rakyat, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi sosial berupa donor darah yang dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kehadiran kegiatan sosial tersebut menambah makna perayaan kemerdekaan, karena semangat kebersamaan tidak hanya diwujudkan melalui hiburan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dijadwalkan membuka rangkaian puncak kegiatan tersebut.
Kegiatan di Lampaseh ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat Banda Aceh untuk merayakan kemerdekaan secara sederhana namun penuh makna. Di tengah suasana kemerdekaan, warga diajak memperkuat persaudaraan, menjaga kekompakan, serta mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang membawa kegembiraan dan manfaat bagi lingkungan.
Semangat yang dibangun melalui perlombaan rakyat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah perayaan HUT RI berakhir. Kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang tumbuh selama kegiatan menjadi modal penting untuk terus menjaga persatuan masyarakat Banda Aceh.
Dengan demikian, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lampaseh bukan sekadar ajang mencari pemenang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali permainan rakyat, mempererat hubungan antarwarga, serta menghadirkan suasana kemerdekaan yang dekat dengan masyarakat.(**)






