BANDA ACEH — Semangat menjaga perdamaian Aceh terus ditanamkan kepada generasi muda. Menyambut peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang bertepatan dengan 15 Agustus 2026, siswa-siswi SMA Negeri 3 Banda Aceh, bersama Kabid SMA Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd. menyampaikan harapan dan doa agar perdamaian yang telah terjaga selama dua dekade lebih dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pesan tersebut menjadi semakin bermakna karena peringatan Hari Damai Aceh tahun ini berlangsung berdekatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dua momentum penting tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda tentang arti persatuan, kebersamaan, dan pentingnya menjaga suasana damai demi masa depan Aceh dan Indonesia.
Bagi para pelajar, perdamaian bukan sekadar catatan sejarah. Perdamaian merupakan kesempatan untuk tumbuh, belajar, meraih prestasi, serta membangun masa depan tanpa dibayangi konflik dan perpecahan.
Siswa-siswi SMA Negeri 3 Banda Aceh bersama Kapala bidang SMA Syarwan Joni, menyampaikan harapan agar semangat damai terus tumbuh di tengah masyarakat. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempererat persaudaraan, menghargai perbedaan, serta menjadikan pendidikan dan prestasi sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita membangun Aceh yang aman, damai, maju, dan memiliki generasi muda yang berkualitas. Sekolah menjadi salah satu ruang penting dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan, disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan kecintaan terhadap daerah serta bangsa.
Momentum Hari Damai Aceh ke-21 juga menjadi refleksi bahwa perdamaian harus terus dirawat bersama. Generasi muda memiliki peran strategis dalam memastikan nilai-nilai perdamaian tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Di tengah semarak menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, para pelajar SMA Negeri 3 Banda Aceh mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan bakat, meraih prestasi, serta menjaga persatuan menjadi bentuk nyata kontribusi generasi muda bagi Aceh dan Indonesia.
Harapan sederhana dari para pelajar itu membawa pesan yang kuat: Aceh yang damai adalah modal penting untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Dari lingkungan sekolah, semangat tersebut terus digaungkan—menjaga perdamaian, mempererat persaudaraan dan membangun prestasi.(**)






