Karang Baru, Dailymail Indonesia
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi dengan menyalurkan bantuan alat kerja dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, meminta para penerima manfaat memanfaatkan bantuan tersebut secara produktif untuk membangkitkan kembali mata pencaharian keluarga yang sempat terpuruk.
“Stimulan yang diberikan jangan digunakan untuk foya-foya, pergunakan untuk usaha. Jadikan bantuan ini sebagai motivasi untuk berkarya,” kata Bupati Armia saat menyerahkan bantuan di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Selasa (11/8/26).

Kepada para penerima Bupati Armia menegaskan, pemulihan roda perekonomian warga pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga dorongan langsung pada sektor usaha mikro dan kecil. Menurut dia, masuknya stimulus dari pihak luar sangat krusial untuk mempercepat kemandirian warga yang terdampak.
Dalam program kolaborasi antara Yayasan Al-Maghfirah dan BPJS Ketenagakerjaan ini, pemerintah daerah menyalurkan 500 unit bubu kepiting untuk 35 nelayan, 100 unit rice cooker bagi pelaku UMKM kuliner, serta 16 unit mesin jahit untuk penjahit lokal. Seluruh penerima manfaat juga didaftarkan dalam program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan iuran Rp16.800 per bulan.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Langsa, Eriadi, menjelaskan perlindungan sosial ini memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha kecil yang sedang bangkit dari dampak bencana. Fasilitas mencakup penjaminan biaya perawatan kecelakaan kerja, penggantian penghasilan selama masa perawatan, hingga santunan duka.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Al-Maghfirah, Ari Kuswanda, menyebutkan seluruh peralatan usaha dan dana perlindungan tersebut bersumber dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah keluarga besar BPJS Ketenagakerjaan yang dialokasikan khusus untuk warga terdampak di Aceh Tamiang.








