Pantau Harga Sembako, Babinsa Turun Langsung ke Pasar Induk Lambaro

Kodim 010114 Dilihat

Aceh Besar – Dalam rangka memantau stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, Babinsa Koramil 18/Ingin Jaya Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Sersan Kepala A. Munif melaksanakan kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan cegah dini terhadap perkembangan situasi ekonomi masyarakat, khususnya terkait ketersediaan dan harga bahan pokok di wilayah binaan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga dibandingkan harga normal. Di antaranya cabai merah saat ini berada di kisaran Rp45.000 per kilogram dari harga normal Rp40.000, cabai hijau Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000, serta bawang merah naik menjadi Rp45.000 per kilogram dari harga normal Rp40.000.

Selain itu, bawang putih juga mengalami kenaikan menjadi Rp38.000 per kilogram dari harga normal Rp35.000, minyak goreng curah Rp22.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp20.000, serta gula pasir Rp20.000 per kilogram dari harga normal Rp19.000. Kenaikan juga terjadi pada ayam potong yang kini mencapai Rp60.000 per ekor dari harga normal Rp55.000, serta daging sapi yang berada di angka Rp160.000 per kilogram dari sebelumnya Rp150.000.

Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya terpantau relatif stabil, seperti beras, tepung terigu, telur ayam ras, mentega, kacang tanah, serta gas elpiji 3 kg. Namun, terdapat kenaikan cukup signifikan pada gas elpiji 12 kg yang mencapai Rp210.000 dari harga normal Rp180.000.

Untuk komoditas sayur-mayur, beberapa jenis juga mengalami fluktuasi harga, seperti kentang yang kini berada di harga Rp13.000 per kilogram dari sebelumnya Rp10.000, tomat Rp15.000 per kilogram dari harga normal Rp13.000, serta kelapa yang naik menjadi Rp7.000 per buah dari sebelumnya Rp5.000.

Babinsa setempat menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan bahan pokok di Pasar Induk Lambaro masih mencukupi dan aktivitas jual beli berjalan normal. Monitoring ini akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan stabilitas harga serta mengantisipasi adanya lonjakan harga yang dapat berdampak pada masyarakat.

Kegiatan monitoring ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di wilayah.