Magdalaina Ajak Warga Jadikan HUT ke-61 Sabang Momentum Bangun Daerah

Sabang13 Dilihat

SABANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kota Sabang tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRK Sabang yang digelar dalam rangka HUT ke-61 Kota Sabang di Gedung DPRK Sabang, Rabu (24/6/2026).

Dalam pidatonya, Magdalaina mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan peringatan hari jadi daerah sebagai sarana memperkuat semangat kebersamaan, mengenang jasa para pendahulu, serta membangun optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang terus berkembang.

Menurutnya, usia 61 tahun merupakan perjalanan yang panjang dan penuh dinamika. Berbagai capaian pembangunan yang dirasakan masyarakat saat ini tidak terlepas dari kerja keras, dedikasi, serta kontribusi banyak pihak yang telah berjuang membangun Sabang sejak daerah tersebut resmi menjadi kota otonom.

“Perayaan hari jadi ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pembangunan daerah, menghargai jasa para pendahulu, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Kota Sabang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Magdalaina.

Ia menjelaskan bahwa secara historis Kota Sabang resmi menjadi daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1965 tentang Pembentukan Kota Praja Sabang. Sejak saat itu, setiap tanggal 24 Juni diperingati sebagai hari jadi Kota Sabang.

Bagi Magdalaina, perjalanan lebih dari enam dekade tersebut merupakan bukti bahwa Sabang terus berkembang dan bertransformasi menjadi salah satu daerah strategis di Indonesia. Letaknya yang berada di ujung barat Nusantara memberikan nilai penting, baik dari sisi geopolitik, ekonomi, maupun pariwisata.

Karena itu, ia menilai bahwa berbagai potensi yang dimiliki Sabang harus terus dikembangkan secara optimal. Sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kelautan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi beberapa bidang yang dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan daerah di masa depan.

“Kota Sabang memiliki posisi strategis sebagai gerbang paling barat Indonesia. Potensi itu harus terus dikembangkan melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta penciptaan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi,” katanya.

Magdalaina juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat dari seluruh elemen daerah.

Selain fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, ia turut menaruh perhatian besar terhadap peran generasi muda. Menurutnya, kaum muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang akan menentukan arah kemajuan Sabang di masa mendatang.

Dengan kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus memperkenalkan potensi Sabang ke tingkat nasional maupun internasional.

“Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Mereka memiliki energi, gagasan, dan inovasi yang dapat membawa Sabang semakin dikenal dan mampu bersaing di berbagai sektor,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Magdalaina juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan sosial yang selama ini menjadi kekuatan utama Kota Sabang. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki masyarakat harus menjadi modal sosial yang memperkuat pembangunan, bukan menjadi sumber perpecahan.

Ia menilai semangat kebersamaan dan toleransi merupakan fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan persatuan yang kokoh, berbagai tantangan yang dihadapi daerah diyakini dapat diatasi secara bersama-sama.

Mengakhiri sambutannya, Magdalaina menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-61 Kota Sabang kepada seluruh masyarakat. Ia berharap tema peringatan tahun ini, “Sabang Merajut Keberagaman dari Titik Nol Kilometer Indonesia”, dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga untuk terus memperkuat harmoni sosial sekaligus mendorong kemajuan daerah.

“Semoga Kota Sabang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pariwisatanya semakin mendunia,” tutup Magdalaina.