SIGLI – Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan Polres Pidie melalui kegiatan bakti kesehatan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit gratis yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juni 2026, hasil kolaborasi antara Polres Pidie, UPTD RSUD TCD Sigli, Smile Train Aceh, serta berbagai mitra lainnya.
Program sosial ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dan warga kurang mampu yang membutuhkan tindakan medis untuk memperbaiki kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit. Melalui kegiatan tersebut, puluhan pasien mendapatkan kesempatan menjalani operasi secara gratis dengan dukungan tenaga medis profesional.
Kegiatan yang berlangsung di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pidie, Kapolres Pidie, Dandim Pidie, perwakilan Kejaksaan Negeri Pidie, Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Direktur UPTD RSUD TCD Sigli, serta sejumlah unsur Forkopimda dan stakeholder terkait lainnya.
Sebanyak 32 pasien dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pidie mengikuti program operasi tersebut.
Para pasien terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga orang dewasa yang selama ini hidup dengan kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit. Kehadiran program ini menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk memperoleh layanan kesehatan yang mungkin sulit dijangkau karena keterbatasan biaya.
Tim dokter spesialis bedah plastik yang terlibat dalam kegiatan ini bekerja secara intensif melakukan serangkaian pemeriksaan, persiapan operasi, hingga tindakan bedah. Seluruh prosedur dilakukan sesuai standar medis guna memastikan keselamatan dan keberhasilan operasi bagi para pasien.
Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa bakti kesehatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Menurutnya, operasi bibir sumbing bukan sekadar tindakan medis, melainkan upaya memberikan harapan baru kepada anak-anak agar dapat tumbuh lebih sehat, percaya diri, serta memiliki kesempatan yang sama dalam menjalani kehidupan dan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir untuk masyarakat. Kami berharap para pasien yang mendapatkan operasi dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Direktur UPTD RSUD Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli, drg. Mohd. Riza Faisal, MARS, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara Polres Pidie, Smile Train Aceh, dan berbagai pihak dalam pelaksanaan bakti kesehatan tersebut. Menurutnya, kegiatan operasi bibir sumbing gratis merupakan wujud nyata pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Faisal mengatakan, RSUD TCD Sigli sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Pidie memiliki komitmen untuk terus mendukung program-program kesehatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan medis spesialis.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Operasi bibir sumbing tidak hanya memperbaiki kondisi fisik pasien, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup, kepercayaan diri, dan masa depan mereka,” ujar Faisal.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim dokter spesialis bedah plastik, tenaga kesehatan, serta seluruh panitia yang telah terlibat sejak tahap pendataan, pemeriksaan kesehatan, hingga pelaksanaan operasi. Menurutnya, keberhasilan program tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Faisal berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat. Ia menegaskan bahwa RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli akan terus membuka diri untuk berbagai program kemanusiaan yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pidie dan sekitarnya.
“Kami berharap senyum yang kembali hadir di wajah para pasien hari ini menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih dekat, dan lebih mudah diakses oleh masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Smile Train Aceh, Rahmat Maulizar, S.AN., menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Rahmat menegaskan bahwa setiap pasien yang berhasil menjalani operasi bukan hanya memperoleh perubahan fisik, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kualitas hidup yang lebih baik.
“Setiap senyum yang kembali merekah adalah kebahagiaan bagi kita semua. Ini merupakan bukti bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan perubahan besar bagi masa depan generasi bangsa,” katanya.
Selain memberikan layanan operasi gratis, kegiatan tersebut juga menjadi momentum edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penanganan dini terhadap kasus bibir sumbing dan celah langit-langit. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, penderita dapat terhindar dari berbagai komplikasi kesehatan, termasuk gangguan makan, berbicara, hingga masalah psikologis akibat rendahnya rasa percaya diri.
Suasana haru dan penuh kebahagiaan terlihat dari wajah para orang tua pasien yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program tersebut. Banyak keluarga mengaku sangat terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan tindakan operasi yang dibutuhkan anak-anak mereka.
Menjelang penutupan kegiatan, Kapolres Pidie bersama Wakil Bupati Pidie, Dandim Pidie, perwakilan Kejari Pidie, Kadinkes Pidie, dan Direktur UPTD RSUD TCD Sigli menyerahkan cenderamata dan bingkisan kepada para pasien sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral.
Kegiatan bakti kesehatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara institusi pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan organisasi sosial mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, puluhan pasien kini memiliki harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, bahagia, dan penuh percaya diri.(**)












