BANDA ACEH – Semangat memperkuat sinergi antar lembaga keistimewaan di Kota Banda Aceh kembali ditegaskan melalui kegiatan silaturahmi kolaboratif yang digelar oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh bersama Majelis Pendidikan Aceh (MPA) dan Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam nuansa Halal Bihalal itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Kantor Baitul Mal Banda Aceh. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, para asisten pemerintahan, Ketua dan anggota Dewan Pengawas (Dewas), komisioner, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari tiga lembaga keistimewaan Kota Banda Aceh.
Momentum silaturahmi ini menjadi ruang mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat semangat kerja bersama antarlembaga yang memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keistimewaan Aceh di bidang syariat Islam, pendidikan, sosial, dan adat istiadat.
Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr.Tgk Yusuf Al – Qardhawy, MH, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial atau pertemuan rutin, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih erat di antara lembaga-lembaga keistimewaan agar tercipta kolaborasi yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan Baitul Mal, Majelis Pendidikan Aceh, dan Majelis Adat Aceh merupakan bagian penting dalam memperkuat karakter daerah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, pendidikan, dan budaya lokal. Karena itu, hubungan harmonis antarlembaga menjadi pondasi penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Silaturahmi ini kami gagas agar terbangun ukhuwah kolaboratif antar lembaga keistimewaan. Kami ingin seluruh ASN, komisioner, serta unsur pimpinan dapat semakin saling mengenal, saling memahami peran masing-masing, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat,” ujar Tgk Yusuf Al Qardhawy.
Ia menegaskan, koordinasi yang baik antar lembaga akan memudahkan lahirnya program-program bersama yang lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat Kota Banda Aceh.
“Kalau hubungan antarlembaga terbangun dengan baik, maka komunikasi akan lebih mudah, koordinasi akan lebih cepat, dan kolaborasi akan lebih kuat. Pada akhirnya, manfaatnya kembali kepada masyarakat. Kita ingin lembaga keistimewaan di Banda Aceh hadir tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan,” katanya.
Tgk Yusuf juga menyebutkan bahwa semangat kebersamaan menjadi nilai penting dalam memperkuat tata kelola lembaga yang sehat, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, momentum Halal Bihalal dipilih sebagai ruang untuk mempererat hubungan emosional sekaligus membangun semangat kerja yang lebih harmonis.
Dalam suasana penuh keakraban, para peserta tampak berbaur dan berdialog lintas lembaga. Kehadiran Wali Kota Banda Aceh beserta jajaran pemerintah kota juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi kelembagaan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang harmonis, kolaboratif, dan berbasis nilai-nilai keistimewaan Aceh.
Kegiatan silaturahmi ini difasilitasi oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh sebagai tuan rumah dan diharapkan menjadi agenda berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kerja antarlembaga keistimewaan di Kota Banda Aceh.
Melalui pertemuan tersebut, semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kolaborasi diharapkan semakin tumbuh sehingga ketiga lembaga dapat terus berkontribusi dalam menjaga identitas, nilai keagamaan, pendidikan, serta adat istiadat Aceh di tengah dinamika pembangunan kota.(**)










