Lapas Tobelo Perkuat Kemandirian WBP Lewat Peternakan Bebek

Nasional130 Dilihat

Tobelo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan sektor peternakan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni pembangunan kandang peternakan bebek di area lahan luar Lapas sebagai bagian dari pembinaan keterampilan kerja sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (1/6/2026) mulai pukul 09.30 WIT di area lahan peternakan luar Lapas Kelas IIB Tobelo. Sejak pagi, suasana penuh semangat terlihat ketika para warga binaan bersama petugas memulai aktivitas pembinaan dengan apel di Pos Karupam. Kegiatan itu dipantau langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, aman, dan tertib.

Program pembinaan kemandirian ini menjadi salah satu upaya strategis Lapas Tobelo untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak delapan orang WBP dilibatkan secara aktif untuk membangun kandang peternakan bebek sebagai sarana pendukung program budidaya ternak yang sedang dikembangkan.

Tahapan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan langsung warga binaan. Mulai dari menyiapkan bahan bangunan, memasang tiang penyangga, hingga merakit struktur rangka kandang dilakukan secara gotong royong. Para WBP tampak bekerja sama menyelesaikan setiap bagian pekerjaan dengan tetap mengikuti arahan petugas pendamping.

Pihak Lapas menilai keterlibatan langsung warga binaan dalam proses pembangunan bukan sekadar aktivitas kerja fisik semata, tetapi juga bagian penting dari pendidikan karakter dan pembentukan mental. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta ketelitian ditanamkan selama proses kegiatan berlangsung.

Seluruh aktivitas juga dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja. Pengawasan langsung dilakukan oleh Kasi Binadik bersama Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai standar keamanan serta target yang telah direncanakan.

Pembangunan kandang peternakan bebek ini memiliki tujuan jangka panjang, yakni menyediakan sarana pendukung pembinaan berbasis keterampilan di bidang peternakan. Program tersebut diharapkan mampu menjadi media pembelajaran praktis bagi warga binaan sehingga mereka memperoleh pengalaman kerja nyata sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Selain meningkatkan keterampilan individu, program peternakan bebek juga diproyeksikan untuk mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah. Melalui pemanfaatan lahan produktif di area luar lapas, warga binaan diajak untuk memahami pentingnya produktivitas, pengelolaan usaha sederhana, hingga penguatan keterampilan wirausaha.

Pihak Lapas Kelas IIB Tobelo berharap program pembinaan semacam ini dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan agar mampu mandiri secara ekonomi setelah bebas nanti. Dengan memiliki keterampilan di bidang peternakan, para WBP diharapkan lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha kecil secara mandiri di lingkungan tempat tinggal mereka.

Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga binaan menjadi gambaran bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembatasan kebebasan, tetapi juga pemulihan kemampuan sosial dan produktivitas individu.

Lapas Tobelo menegaskan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian akan terus dilakukan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam waktu dekat, proses pembangunan kandang akan terus dilanjutkan hingga siap digunakan untuk kegiatan peternakan bebek sebagai salah satu program unggulan pembinaan warga binaan.(**)