Mualem Silaturahmi Idul Adha ke Meuligoe Wali Nanggroe

Pemerintah Aceh60 Dilihat

BANDA ACEH – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Gubernur Aceh, Mualem, untuk mempererat silaturahmi dengan tokoh-tokoh penting Aceh. Dalam suasana penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan, Gubernur Aceh melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al-Haythar di Meuligoe Wali Nanggroe, Rabu (27/5/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana Hari Raya Idul Adha yang sarat makna kebersamaan, persaudaraan, serta penguatan nilai-nilai ukhuwah di tengah masyarakat Aceh. Kehadiran Mualem di Meuligoe Wali Nanggroe menjadi simbol penghormatan terhadap lembaga adat dan kepemimpinan moral yang selama ini memiliki posisi penting dalam menjaga marwah Aceh.

Silaturahmi Idul Adha tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun juga momentum untuk memperkuat komunikasi, persatuan, dan sinergi dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik. Pertemuan antara Gubernur Aceh dan Paduka Yang Mulia berlangsung hangat dengan penuh kekeluargaan, mencerminkan eratnya hubungan antara unsur pemerintahan dan lembaga Wali Nanggroe sebagai simbol pemersatu rakyat Aceh.

Hari Raya Idul Adha sendiri memiliki makna mendalam tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam konteks pembangunan Aceh, di mana kolaborasi dan kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, silaturahmi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan emosional antarpemimpin Aceh demi menjaga stabilitas, harmoni sosial, serta keberlanjutan nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kehadiran Mualem di Meuligoe Wali Nanggroe memperlihatkan komitmen untuk terus merawat hubungan baik dengan seluruh elemen strategis di Aceh.

Masyarakat Aceh menaruh harapan besar agar momentum Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat pentingnya persatuan, gotong royong, dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah. Silaturahmi antara para pemimpin diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat untuk terus menjaga kekompakan, persaudaraan, dan semangat saling menghormati.

Kunjungan Gubernur Aceh ke Meuligoe Wali Nanggroe pada momen Idul Adha 1447 Hijriah ini pun menjadi gambaran harmonisnya hubungan antara pemerintahan dan lembaga adat dalam menjaga identitas Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai keislaman, adat istiadat, dan kebersamaan sosial.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang tercipta pada pertemuan tersebut semakin mempertegas bahwa silaturahmi merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Aceh yang harus terus dijaga, terutama pada momentum hari besar keagamaan seperti Idul Adha.(**)