SPS Aceh Panjatkan Doa untuk Ibunda Sekjen

News19 Dilihat

BANDA ACEH – Keluarga besar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar samadiah, tahlil, dan doa bersama untuk almarhumah Ny. Suwarni binti R. Murdijo Hardjowijono, ibunda dari Sekretaris Jenderal SPS Pusat, Asmono Wikan, di Balai Pos Aceh, Jalan Tgk Di Doy, Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (25/5/2026) sore.

Suasana khidmat menyelimuti kegiatan yang dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, bersama para direktur media anggota SPS Aceh. Kehadiran mereka menjadi bentuk empati, solidaritas, dan dukungan moril kepada keluarga Sekjen SPS Pusat yang tengah berduka.

Acara samadiah dan doa bersama dipimpin oleh Tgk Syakirin Doy. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, zikir, tahlil, dan doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon kepada Allah SWT agar almarhumah diampuni segala dosa dan khilafnya, dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Plt Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan keluarga besar SPS Aceh kepada Sekjen SPS Pusat Asmono Wikan yang sedang berduka atas wafatnya sang ibunda.

“Doa bersama ini merupakan ungkapan belasungkawa dan penghormatan kami kepada almarhumah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Muktarrudin.

Menurutnya, kebersamaan dalam doa seperti itu menjadi bagian penting dalam menjaga silaturahmi dan nilai kekeluargaan di lingkungan SPS, terlebih saat salah satu keluarga besar organisasi sedang menghadapi musibah.

Diketahui, almarhumah Ny. Suwarni binti R. Murdijo Hardjowijono wafat pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 14.25 WIB di RSUD Wirosaban, Yogyakarta, dalam usia 77 tahun 7 bulan.

Di penghujung acara, para peserta kembali menadahkan tangan, memanjatkan doa agar almarhumah memperoleh husnul khatimah, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan menghadapi ujian tersebut.

Tentang SPS

Serikat Perusahaan Pers (SPS) merupakan organisasi perusahaan pers tertua di Indonesia yang berdiri pada 8 Juni 1946 di Surakarta. Sejak awal berdirinya, SPS menjadi wadah perjuangan perusahaan pers nasional dalam mendukung kemerdekaan Indonesia melalui penyebaran informasi dan penguatan media sebagai salah satu pilar demokrasi bangsa.

Dalam perkembangannya, SPS menaungi berbagai perusahaan media, mulai media cetak, siber, radio, hingga televisi. Organisasi ini aktif mendorong profesionalisme industri pers melalui penguatan tata kelola perusahaan media, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan bisnis media agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tantangan era digital.

Di Aceh, SPS terus berkembang dengan menghimpun perusahaan media anggota di berbagai daerah serta membangun kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pers yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. Selain fokus pada pengembangan industri media, SPS Aceh juga menjaga semangat solidaritas dan kekeluargaan antaranggota, termasuk dalam momentum sosial dan kemanusiaan seperti doa bersama bagi keluarga besar organisasi yang sedang berduka. (R)