PIDIE JAYA — Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Aceh periode 2024–2029, Tgk. Ahmada MZ, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga hubungan erat dengan para ulama di Aceh. Pada Minggu, 17 Mei 2026, Tgk. Ahmada melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman ulama kharismatik Pidie Jaya, Waled Munir, yang berada di lingkungan Dayah Babul Ilmi Syafi’iyah, Meuko Jurong, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan sarat nilai keislaman. Dalam pertemuan itu, Tgk. Ahmada turut didampingi sejumlah tokoh muda dan sahabat dekatnya yang selama ini aktif mendukung berbagai kegiatan sosial serta keagamaan di Aceh.
Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya Tgk. Ahmada untuk terus menjaga kedekatan dengan para ulama, pimpinan dayah, serta tokoh masyarakat di berbagai daerah di Aceh. Sebagai seorang senator yang dikenal dekat dengan kalangan pesantren dan dayah, Tgk. Ahmada menilai keberadaan ulama memiliki peran penting dalam menjaga persatuan umat dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan itu, berbagai hal dibahas, mulai dari kondisi sosial masyarakat Aceh, pendidikan dayah, hingga pentingnya membangun generasi muda yang berakhlak dan berilmu. Tgk. Ahmada menyampaikan bahwa pembangunan Aceh tidak hanya membutuhkan kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan moral serta pendidikan agama.
“Ulama adalah cahaya bagi masyarakat. Kehadiran dan nasihat para ulama menjadi pegangan penting dalam menjaga arah pembangunan Aceh agar tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal,” ujar Tgk. Ahmada dalam suasana pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Sementara itu, Waled Munir menyambut baik kunjungan silaturahmi tersebut. Ia berharap hubungan antara umara dan ulama terus terjalin erat demi menjaga keharmonisan masyarakat Aceh. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemimpin dan ulama sangat penting untuk melahirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan umat.
Kehadiran Tgk. Ahmada di Dayah Babul Ilmi Syafi’iyah juga mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Sosoknya dinilai konsisten menjaga hubungan dengan para tokoh agama dan aktif hadir di tengah masyarakat, baik dalam agenda keagamaan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Silaturahmi tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan Aceh, keselamatan masyarakat, serta harapan agar para pemimpin daerah dan nasional senantiasa diberikan kekuatan dalam mengemban amanah demi kemajuan bangsa dan daerah.
Kunjungan ini kembali memperlihatkan kuatnya budaya silaturahmi di Aceh yang menjadi perekat antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan serta kebersamaan.(**)








