Tgk Ahmada Hadiri Haul Abu Yahya dan Peringatan 100 Hari Wafatnya Abon Tu Abdul Hanan di Samalanga

Breakingnews14 Dilihat

BIREUEN — Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Aceh, Tgk. Ahmada MZ menghadiri kegiatan haul Abu Yahya ke-14 sekaligus peringatan 100 hari wafatnya ulama kharismatik Aceh, Abon Tu Abdul Hanan, yang berlangsung di Dayah Raudhatun Hasanah Al-Aziziyah, Samalanga, Kabupaten Bireuen, Minggu (17/5/2026).

Kehadiran Tgk. Ahmada dalam acara penuh khidmat tersebut menjadi bentuk penghormatan dan kecintaannya terhadap para ulama dayah yang selama ini menjadi panutan masyarakat Aceh. Dalam suasana sederhana namun sarat makna, Tgk. Ahmada tampak bersilaturahmi bersama para tokoh agama, pimpinan dayah, santri, dan masyarakat yang hadir dari berbagai daerah.

Acara haul dan doa bersama itu berlangsung dengan penuh kekeluargaan. Ribuan jamaah memadati area dayah untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan pembacaan doa, zikir, tausiyah agama, serta mengenang jasa dan perjuangan para ulama dalam membina umat dan menjaga nilai-nilai keislaman di Aceh.

Abu Yahya dikenal sebagai salah satu ulama berpengaruh yang memiliki kontribusi besar dalam pendidikan Islam di kawasan Samalanga. Sementara Abon Tu Abdul Hanan merupakan figur ulama yang dihormati karena dedikasi dan keteladanannya dalam membina generasi muda melalui pendidikan dayah. Sosoknya dikenal dekat dengan masyarakat dan istiqamah dalam dakwah.

Dalam kesempatan tersebut, Tgk. Ahmada menyampaikan bahwa ulama memiliki peran sentral dalam menjaga moral, persatuan, dan identitas Aceh sebagai daerah yang kuat dengan nilai-nilai syariat Islam. Menurutnya, hubungan antara umara dan ulama harus terus diperkuat demi menjaga keharmonisan dan kemajuan Aceh ke depan.

“Para ulama adalah cahaya bagi masyarakat. Kehadiran mereka bukan hanya membimbing umat dalam ilmu agama, tetapi juga menjadi penyejuk dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan perjuangan para ulama,” ujar Tgk. Ahmada di sela kegiatan.

Ia juga menegaskan bahwa tradisi haul bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang keteladanan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meneruskan nilai perjuangan para pendahulu dalam membangun pendidikan dan akhlak generasi muda.

Kehadiran anggota DPD RI asal Aceh itu mendapat sambutan hangat dari pimpinan dayah dan masyarakat. Banyak jamaah menilai Tgk. Ahmada selama ini dikenal dekat dengan kalangan ulama dan aktif menghadiri berbagai agenda keagamaan di Aceh, baik dalam bentuk silaturahmi maupun dukungan terhadap pengembangan pendidikan dayah.

Momentum haul tersebut juga menjadi ruang mempererat hubungan antara tokoh masyarakat, santri, dan para pemimpin daerah. Dalam tradisi masyarakat Aceh, haul ulama memiliki nilai spiritual dan sosial yang kuat karena menjadi wadah memperkuat persaudaraan, menjaga tradisi keilmuan Islam, serta mengenalkan perjuangan para ulama kepada generasi muda.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk para ulama yang telah wafat agar segala amal ibadah dan pengabdian mereka diterima di sisi Allah SWT, serta masyarakat Aceh senantiasa diberikan kedamaian, keberkahan, dan persatuan.(**)