Disdik Aceh dan USK Gelar “Profesor Bicara”, Bahas Masa Depan Pendidikan Aceh

Pendidikan11 Dilihat

BANDA ACEH — Upaya memperkuat kualitas pendidikan di Aceh terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan para pemikir pendidikan. Salah satu langkah strategis itu diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Profesor Bicara: Pendidikan Aceh” yang akan digelar pada Selasa, 19 Mei 2026, di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Aceh bersama Universitas Syiah Kuala tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara para profesor, akademisi, guru besar, pemangku kebijakan, dan praktisi pendidikan untuk membahas berbagai tantangan serta peluang dunia pendidikan di Aceh.

Acara ini dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dan juga akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Dinas Pendidikan Aceh agar dapat diikuti masyarakat luas, khususnya tenaga pendidik, mahasiswa, pelajar, dan pemerhati pendidikan di seluruh Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthala Murthalamuddin, menyebutkan bahwa forum ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah strategis untuk melahirkan gagasan dan rekomendasi nyata demi meningkatkan mutu pendidikan di Aceh.

Menurutnya, pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang. Karena itu, keterlibatan para profesor dan akademisi dinilai sangat penting dalam memberikan pandangan ilmiah, inovasi, serta solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan yang masih dihadapi daerah.

“Pendidikan Aceh harus dibangun dengan semangat kolaborasi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kontribusi pemikiran dari kampus, guru, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen yang peduli terhadap masa depan generasi Aceh,” ujarnya.

Forum “Profesor Bicara” juga diharapkan mampu menjadi ruang pertukaran ide yang konstruktif terkait penguatan karakter peserta didik, transformasi pendidikan berbasis teknologi, peningkatan kualitas guru, pengembangan kurikulum, hingga strategi menciptakan sumber daya manusia Aceh yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dalam mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu peningkatan mutu pendidikan memang menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh. Berbagai program terus didorong untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pemerataan akses pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, serta pembinaan karakter generasi muda.

Melalui forum ini, diharapkan muncul berbagai gagasan segar dan rekomendasi konkret yang dapat menjadi pijakan dalam menyusun arah kebijakan pendidikan Aceh ke depan.

Kegiatan tersebut diperkirakan akan dihadiri sejumlah profesor, akademisi lintas disiplin ilmu, pejabat pendidikan, kepala sekolah, guru, mahasiswa, dan komunitas pendidikan dari berbagai daerah di Aceh.

Antusiasme publik terhadap kegiatan ini juga cukup tinggi, terutama karena forum tersebut menghadirkan tokoh-tokoh pendidikan yang selama ini aktif memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan sumber daya manusia di Aceh.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, “Profesor Bicara: Pendidikan Aceh” diharapkan mampu menjadi inspirasi bersama dalam mewujudkan pendidikan Aceh yang lebih maju, berkualitas, dan berdaya saing.(**)