Hujan dan Water Cannon Warnai Demo Tolak Pergub JKA di Kantor Gubernur Aceh

Breakingnews21 Dilihat

BANDA ACEH – Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) kembali menggelar demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (13/5/2026), untuk menuntut pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Aksi yang berlangsung sejak sore hari itu berlangsung tegang dan diwarnai aksi saling dorong antara demonstran dengan aparat kepolisian.

Pantauan di lokasi, massa mulai berdatangan sekitar pukul 15.40 WIB dengan membawa berbagai atribut aksi dan spanduk penolakan terhadap kebijakan terbaru terkait JKA. Meski cuaca diguyur hujan deras, semangat massa aksi tidak surut. Para demonstran tetap bertahan di depan pintu masuk Kantor Gubernur Aceh sambil menyuarakan tuntutan mereka secara bergantian melalui pengeras suara.

Dalam orasinya, massa menilai Pergub Nomor 2 Tahun 2026 dinilai merugikan masyarakat kecil karena dianggap membatasi akses pelayanan kesehatan yang selama ini dirasakan masyarakat Aceh melalui program JKA. Mereka meminta Pemerintah Aceh untuk segera mencabut aturan tersebut dan mengembalikan sistem pelayanan kesehatan seperti sebelumnya tanpa adanya pembatasan yang dianggap memberatkan rakyat.

Suasana mulai memanas ketika sebagian massa mencoba merangsek masuk ke area kantor gubernur. Aparat kepolisian yang berjaga ketat di pintu utama langsung menghadang laju massa sehingga terjadi aksi saling dorong. Hujan deras yang mengguyur kawasan itu tidak menghentikan ketegangan di lapangan.

Sekitar pukul 16.25 WIB, sebuah mobil water cannon milik kepolisian mulai ditempatkan menghadap ke arah massa aksi. Kehadiran kendaraan taktis tersebut sempat memicu teriakan dari para demonstran yang meminta aparat tidak melakukan tindakan represif terhadap massa.

Namun situasi kembali memanas saat massa terus berupaya menekan barikade aparat. Polisi akhirnya melepaskan dua kali semburan water cannon untuk membubarkan kerumunan yang semakin mendekati pintu masuk gedung Kantor Gubernur Aceh.

Semburan air bertekanan tinggi membuat massa berhamburan ke berbagai arah, terutama ke sisi kanan halaman kantor gubernur untuk menghindari semprotan water cannon. Meski demikian, sebagian demonstran tetap bertahan dan kembali berkumpul untuk melanjutkan aksi.

Dalam kondisi yang semakin ricuh, sejumlah aparat kepolisian terlihat terpukul mundur akibat desakan massa yang terus mencoba mendekati area utama gedung pemerintahan tersebut. Polisi kemudian memperkuat pengamanan dengan membentuk barikade tambahan di halaman kantor gubernur guna mengantisipasi massa kembali merangsek masuk.

Hingga menjelang sore, demonstrasi masih terus berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat keamanan. Arus lalu lintas di sekitar kawasan Kantor Gubernur Aceh juga sempat mengalami perlambatan akibat banyaknya massa yang memadati area aksi.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang juga digelar oleh Aliansi Rakyat Aceh (ARA). Pada aksi sehari sebelumnya, massa bahkan bertahan hingga larut malam untuk menyampaikan tuntutan mereka terkait polemik Pergub JKA yang kini menjadi perhatian luas masyarakat Aceh.

Massa berharap Pemerintah Aceh segera membuka ruang dialog dan mendengar aspirasi masyarakat agar polemik terkait Jaminan Kesehatan Aceh tidak terus berkepanjangan.(**)