Isa Alima Apresiasi Langkah Cepat Bupati Pidie Implementasikan Gerakan Indonesia Asri

Daerah62 Dilihat

Kebijakan Ini Buktikan Keselarasan Visi Pusat dan Daerah

SIGLI – Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, Drs. M. Isa Alima, memberikan apresiasi tinggi sekaligus dukungan penuh terhadap langkah cepat Bupati Pidie Sarjani Abdullah, S.Sos., dalam menerbitkan Surat Edaran Nomor: 600.11/1292/2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di Kabupaten Pidie.

Menurut Isa Alima, kebijakan ini bukan sekadar rutinitas administratif belaka, melainkan manifestasi konkret dari kepedulian pemerintah daerah terhadap kualitas hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup di “Bumi Pangwa”.

“Kita melihat ada keselarasan visi yang kuat antara pusat dan daerah. Bupati Pidie mampu menerjemahkan instruksi Presiden menjadi program kerja yang aplikatif dan menyentuh sektor-sektor fundamental seperti keamanan publik, kesehatan lingkungan, hingga estetika wilayah,” ungkap Isa Alima yang juga dikenal aktif mengawal kebijakan publik di Aceh.

Penerbitan SE tertanggal 1 April 2026 ini menunjukkan responsivitas Pemerintah Kabupaten Pidie yang sangat baik terhadap arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah awal Februari lalu.

“Kita melihat ada keselarasan visi yang jelas antara kebijakan pusat dan daerah. Bupati Pidie mampu mengubah instruksi menjadi program kerja yang jelas, tidak hanya berfokus pada aspek teknis tapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas,” ujarnya dengan nada yang penuh semangat.

Isa Alima menyoroti empat pilar utama Gerakan Indonesia ASRI yang dianggap krusial bagi Kabupaten Pidie saat ini:

Aman (Mitigasi dan Ketertiban): Penataan lingkungan berbasis mitigasi bencana dan pengelolaan sampah berbahaya dinilai sebagai langkah preventif yang tepat, mengingat kondisi geografis Pidie yang rentan terhadap berbagai risiko alam.

Sehat (Kualitas Sanitasi): Penguatan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pengendalian pencemaran lingkungan diharapkan mampu menurunkan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Resik (Kebersihan Terintegrasi): Isa Alima sangat mendukung program pengelolaan sampah berbasis sumber daya lokal. “Instruksi mengenai pemilahan sampah, budidaya maggot, dan biodigester adalah solusi modern untuk mengatasi masalah sampah yang selama ini menjadi tantangan besar,” tambahnya.

Indah (Estetika dan Ruang Publik): Penanaman mangrove di kawasan pesisir dan tanaman lokal di sempadan sungai tidak hanya mempercantik daerah, tapi juga berperan sebagai benteng alam yang melindungi wilayah dari erosi dan abrasi.

Sebagai mantan anggota legislatif, Isa Alima menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat sesuai yang tercantum dalam SE tersebut. Ia menggarisbawahi perlunya dukungan dari berbagai pihak mulai dari pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, hingga ke tingkat Gampong.

“Instruksi Bupati sangat jelas, ada jadwal rutin setiap Selasa untuk kebersihan lingkungan kantor dan hari Jumat untuk aksi kebersihan publik (Jum’at Bersih). Saya mengajak para Keuchik Gampong untuk menjadi garda terdepan dalam menggerakkan masyarakat,” imbaunya.

Menutup pernyataannya, Isa Alima mengutarakan harapan agar Inspektorat Kabupaten Pidie dapat menjalankan fungsi pemantauan dan evaluasi secara berkala sebagaimana diamanatkan dalam poin akhir Surat Edaran tersebut.

“Kebijakan yang baik tanpa pengawasan yang ketat akan sulit berjalan dengan optimal. Kita berharap Gerakan Indonesia ASRI ini dapat menjadi budaya baru di Pidie, bukan hanya acara seremonial belaka. Pidie harus kembali menjadi daerah yang nyaman, asri, dan membanggakan bagi seluruh penghuninya,” pungkas Isa Alima dengan harapan yang besar.

Langkah Bupati Pidie ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Aceh dalam menangani isu lingkungan hidup secara terpadu dan berkelanjutan.