BSI dan ANTAM Perkuat Ekosistem Emas Nasional Lewat Kolaborasi Bullion

Ekonomi87 Dilihat

Jakarta — Sinergi strategis antara PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) semakin menunjukkan arah yang jelas dalam memperkuat industri bullion emas nasional. Kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis yang lebih luas di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Kerja sama ini tidak sekadar melanjutkan hubungan yang telah terjalin lebih dari satu dekade, melainkan menjadi langkah ekspansi besar dalam membangun ekosistem emas nasional yang terintegrasi, modern, dan berbasis digital. Fokus utama kolaborasi ini adalah mempercepat terbentuknya sistem perdagangan emas yang lebih inklusif, sekaligus mendorong masyarakat beralih ke instrumen investasi emas yang lebih praktis, aman, dan transparan.

Dalam beberapa tahun terakhir, BSI telah menunjukkan peran dominan dalam distribusi emas ANTAM. Sepanjang tahun 2025, BSI tercatat menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi. Sementara secara keseluruhan, kontribusi BSI mencapai sekitar 11 persen dari total penjualan emas ANTAM, menegaskan posisi strategis bank syariah terbesar di Indonesia ini dalam rantai distribusi emas nasional.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyebutkan bahwa momentum kolaborasi ini menjadi titik akselerasi bisnis emas BSI, terutama setelah memperoleh izin sebagai bullion bank. Menurutnya, pertumbuhan bisnis emas BSI dalam beberapa waktu terakhir sangat signifikan, baik melalui layanan bullion, cicil emas, maupun gadai emas.

“Sinergi dengan ANTAM menjadi fondasi utama kami. Sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi ANTAM. Ini merupakan bentuk nyata penguatan ekosistem BUMN yang sejalan dengan arahan pemerintah,” ujar Anton.

Kerja sama ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) melalui platform digital, penguatan jaringan distribusi ritel, hingga sinergi dalam pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat luas. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses produk emas, baik secara langsung maupun melalui layanan digital.

Lonjakan minat masyarakat terhadap investasi emas juga tercermin dari pertumbuhan jumlah nasabah BSI. Hingga Maret 2026, jumlah nasabah layanan bullion BSI mendekati 1 juta, dengan pertumbuhan fantastis mencapai 658 persen secara tahunan. Sementara itu, nasabah produk cicil emas telah menembus angka lebih dari 565 ribu orang atau tumbuh 54,67 persen secara year on year (YoY).

Di sisi lain, Direktur Komersial ANTAM, Handi Sutanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas yang terpercaya.

Sebagai produsen emas logam mulia, ANTAM terus menjaga kualitas dan ketersediaan pasokan emas. Pada tahun 2025, ANTAM mencatatkan produksi emas sekitar 743 kilogram, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton. Angka tersebut mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik serta posisi strategis ANTAM dalam memenuhi kebutuhan emas nasional.

“Kolaborasi ini membuka peluang besar untuk memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan literasi investasi emas masyarakat, baik melalui kanal offline maupun digital,” jelas Handi.

Lebih jauh, sinergi antara BSI dan ANTAM juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan industri bullion nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global. Mulai dari sisi hulu hingga hilir, kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem emas yang solid—meliputi pasokan, distribusi, hingga layanan keuangan berbasis emas.

Dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta kepatuhan terhadap regulasi, kedua perusahaan optimistis bahwa kolaborasi ini akan membawa industri emas Indonesia naik kelas.

Ke depan, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mendorong monetisasi emas secara optimal. Selain itu, emas diharapkan semakin mengukuhkan perannya sebagai instrumen investasi yang aman, stabil, dan relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.(**)