TNI Bangun Jembatan Penghubung di Aceh Tenggara, Akses Warga Kembali Terbuka

Kodam IM24 Dilihat

Aceh Tenggara – Kepedulian terhadap kesulitan masyarakat terus ditunjukkan oleh aparat TNI di wilayah Aceh Tenggara. Babinsa Koramil 0108-03/Badar, Kodim 0108/Aceh Tenggara, Kodam Iskandar Muda turun langsung melaksanakan pengecoran lantai pondasi jembatan penghubung antar kecamatan di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar menuju Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Rabu (8/4/2026).

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan infrastruktur setelah jembatan lama yang selama ini menjadi akses utama masyarakat mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut berdampak besar terhadap aktivitas warga, mulai dari sektor perkebunan, perdagangan, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Danramil 0108-03/Badar Kapten Inf Sadriadi melalui Danposramil Darul Hasanah Peltu Dedi Cahyadi menjelaskan, sejak jembatan penghubung antar desa dan kawasan perkebunan itu putus, masyarakat terpaksa menghadapi kondisi yang cukup memprihatinkan.

“Warga harus menyeberangi sungai dengan berjalan kaki di aliran air yang berisiko, terutama saat debit air meningkat. Alternatif lainnya, mereka harus memutar melalui kecamatan lain dengan jarak tempuh yang jauh lebih lama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena mayoritas masyarakat menggantungkan mata pencaharian dari sektor perkebunan. Terhambatnya akses membuat aktivitas berkebun tidak maksimal, serta distribusi hasil panen menjadi lebih sulit dan memakan waktu, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan pendapatan warga.

Melihat situasi ini, TNI AD melalui Program Jembatan Perintis Garuda yang dilaksanakan oleh Kodim 0108/Aceh Tenggara hadir memberikan solusi nyata. Program tersebut bertujuan mempercepat pembangunan jembatan agar akses vital masyarakat dapat segera pulih.

“Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera selesai sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan lancar. Dengan akses yang baik, roda perekonomian warga juga akan kembali berjalan normal,” tambahnya.

Keberadaan jembatan baru nantinya tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akses transportasi yang lancar akan mempermudah mobilitas serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan ke pasar.

Suryadi, warga Desa Kumbang Jaya, mengaku sangat bersyukur atas bantuan TNI dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia mengatakan, sejak jembatan lama rusak, aktivitas masyarakat menjadi terbatas dan penuh risiko.

“Kami sangat terbantu. Selama ini kami kesulitan membawa hasil kebun karena harus memutar jauh atau menyeberang sungai yang tidak aman,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan jembatan dapat segera rampung agar masyarakat kembali beraktivitas secara normal. “Terima kasih kepada TNI yang sudah peduli dan membantu kami di sini,” tutupnya.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat ini menjadi bukti nyata peran TNI yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif membantu mengatasi kesulitan warga serta mendorong percepatan pembangunan di daerah.

Melalui semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan ini diharapkan segera selesai dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan warga Desa Kumbang Jaya, Desa Gulo, dan wilayah sekitarnya.(**)