Ismawardi Apresiasi Aksi Cepat Pasukan Orange Bersihkan Kanal di Banda Aceh

Parlementaria18 Dilihat

Banda Aceh — Respons cepat pasukan kebersihan Kota Banda Aceh kembali mendapat apresiasi. Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Ismawardi, menyampaikan penghargaan kepada petugas yang dikenal sebagai pasukan orange atas kerja sigap mereka membersihkan sampah di sejumlah kanal dan aliran sungai di kota tersebut.

Aksi pembersihan itu dilakukan di beberapa titik strategis, seperti Kanal Lampriet di belakang Kantor Gubernur, Krueng Daroy kawasan Lampaseh Aceh, hingga bantaran sungai di Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam. Upaya tersebut dinilai sangat penting, terutama untuk mencegah terjadinya genangan air saat hujan akibat saluran tersumbat sampah.

“Langkah cepat ini patut kita apresiasi. Dengan kanal yang bersih, risiko genangan saat hujan bisa diminimalisir,” ujar Ismawardi, Kamis (9/4/2026).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, kesadaran kolektif sangat diperlukan agar upaya yang dilakukan pemerintah tidak sia-sia. “Kebersihan itu sebagian dari iman. Mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” pesannya.

Ismawardi juga memberikan penilaian positif terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh di bawah kepemimpinan Hamdani. Ia menilai para petugas telah bekerja maksimal, tidak hanya membersihkan kanal, tetapi juga menjaga keindahan taman kota, sungai, hingga kawasan pesisir.

“Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga lingkungan. Peran mereka sangat besar untuk kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti semakin tertatanya ruang publik di Banda Aceh, termasuk taman kota yang lebih rapi dan pemasangan lampu di berbagai ruas jalan yang membuat wajah kota semakin indah dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Ismawardi juga mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan kepada DLHK3 jika di wilayah gampong belum tersedia Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Menurutnya, ketersediaan fasilitas tersebut sangat penting untuk mencegah masyarakat membuang sampah ke sungai atau laut.

“Kalau belum ada TPS, segera laporkan agar bisa difasilitasi. Ini penting untuk mencegah pencemaran dan menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dapat terus diperkuat, sehingga Banda Aceh kembali mampu meraih penghargaan Adipura sebagai kota dengan pengelolaan lingkungan terbaik di tingkat nasional.(**)